Advertisement
Taiwan Tolak 4.000 Kg Mi Instan asal Indonesia, Ada Apa?
Bendera Taiwan terlihat saat latihan Angkatan Laut menjelang Tahun Baru Imlek di Kaohsiung, Taiwan, 27 Januari 2021. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Badan Obat-obatan dan Makanan atau Food and Drug Administration (FDA) Taiwan telah menyita lebih dari 4.000 kilogram (kg) mi instan dari Indonesia, Filipina, dan Jepang, serta hampir 1.000 kg minyak camellia dari China karena terkontaminasi bahan berbahaya.
Dilansir dari Taiwan News, FDA menyebutkan hal tersebut pada Selasa (5/7/2022) saat mengumumkan daftar terbaru pelanggaran impor pangan.
Advertisement
Sebanyak 19 kapak ditolak karena mengandung residu pestisida dalam kadar yang berlebihan, termasuk 4.431,96 kg dari tujuh mi instan.
Pengiriman terbesar yang ditolak termasuk 4.047,4 kg mie cup merek Mie Sedaap asal Indonesia. Produk mi instan tersebut diketahui mengandung kadar etilen oksida di luar batas aman.
BACA JUGA: Polda DIY Tetapkan Dua Tersangka dalam Rentetan Kericuhan Babarsari
Diketahui, mi instan asal Indonesia yang bermerek Mie Sedaap diimpor dari perusahaan Grup ELOM Taiwan.
Ada lima jenis produk Mie Sedaap yang disita, antara lain Korean Spicy Soup, Kuah Rasa Baso Spesial, Rasa Ayam Bawang Telur, Korean Spicy Chicken, dan Rasa Soto.
Selain itu, ada 327,6 kg merek Lucky Me Curly Spaghetti dari Filipina yang juga diimpor dari ELOM Group Company. Sebanyak 56,96 kg mie cup dari Acecook asal Jepang yang diimpor oleh Zhong Xin International Development Co juga telah disita.
Selain itu, produk yang ditolak dari China adalah 972 kg Best Camellia Oil yang diimpor oleh Eugene Electronic Co Taiwan. Minyak tersebut ditemukan mengandung kadar karsinogen Benzo[a]pyrene yang berlebihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Lewat Borobudur dan Kota Lama
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
Advertisement
Advertisement








