Advertisement

Libur Tahun Baru, Tiket Kereta Api Masih Banyak yang Belum Laku

Rahmi Yati
Kamis, 30 Desember 2021 - 17:57 WIB
Bhekti Suryani
Libur Tahun Baru, Tiket Kereta Api Masih Banyak yang Belum Laku KAI memasang livery khusus Ramadan di 9 lokomotif. - KAI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA -Tiket kereta api untuk libur tahun baru masih banyak yang belum laku alias terjual. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI baru menjual 126.709 tiket KA Jarak Jauh untuk libur Tahun Baru periode 30 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan jumlah ini baru sekitar 41 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 309.294 tempat duduk.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Jumlah tersebut masih dapat terus bergerak dikarenakan penjualan tiket masih berlangsung hingga saat ini," kata Joni, Kamis (30/12/2021).

Menurutnya, Kereta Api yang menjadi favorit masyarakat pada periode libur tahun baru kali ini adalah KA Airlangga (Pasarsenen - Surabaya Pasarturi pp), KA Kahuripan (Kiaracondong - Blitar pp), KA Bengawan (Pasarsenen - Purwosari pp), KA Jayabaya (Pasarsenen - Malang pp), KA Argo Wilis (Bandung - Surabaya Gubeng pp), dan KA Argo Lawu (Gambir - Solobalapan pp).

Dia menyebut bahwa masyarakat dapat segera melakukan pemesanan tiket karena tiket KA masih tersedia ke berbagai tujuan. Namun begitu, para calon pelanggan diimbau agar memperhatikan syarat-syarat naik KA sesuai ketentuan dari pemerintah.

"Tiket kereta api pada masa Natal dan Tahun Baru 2022 dapat dipesan melalui aplikasi KAI Access, website KAI, dan seluruh channel resmi penjualan tiket KAI lainnya," imbuhnya.

BACA JUGA: Pengen Bisnis & Karier Sukses? Ketrampilan Ini Wajib Dimiliki

Lebih lanjut Joni menuturkan, pada periode 17-29 Desember 2021, KAI telah menolak memberangkatkan 22.576 orang penumpang. Mayoritas dikarenakan tidak melengkapi syarat perjalanan di masa Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) seperti tes PCR.

Advertisement

Dari jumlah tersebut, ujar Joni, 9.628 diantaranya tidak memiliki hasil PCR bagi yang berusia di bawah 12 tahun, 8.983 tidak Rapid Test Antigen, 3.864 tidak vaksin dosis kesatu atau kedua, 96 sakit, dan 5 tidak membawa masker.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Sebagian Besar Berawan dan Hujan

Jogja
| Kamis, 01 Desember 2022, 08:57 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement