6 Proyek Jalan Inpres di DIY Rampung, Perkuat Akses Ekonomi dan Wisata
Enam proyek Inpres Jalan Daerah di DIY telah rampung dengan anggaran Rp8,79 miliar. Infrastruktur ini memperkuat konektivitas dan ekonomi daerah.
Foto ilustrasi penggunaan baju dengan bahan ramah lingkungan. /Ist.
Harianjogja.com, JAKARTA--Tenun dengan bahan daun pisang diperkirakan akan menjadi tren busana yang ramah lingkungan di 2022 ini. Proses pembuatan yang cukup lama membuat baju dengan bahan ini diproduksi dengan terbatas tetapi ramah lingkungan.
Perajin Tenun Indri Aryanto menjelaskan tenun dari bahan daun dan pelepah pisang dipakai sebagai bentuk keberpihakan terhadap lingkungan untuk pengurangan limbah daun. Biasanya daun digunakan untuk ecoprint, tetapi bisa dipakai untuk benang. Adapun pemanfaatan benang melalui proses selama tiga hari baru bisa dipakai agar tetap kuat dan berkualitas.
“Klaras atau daun pisang kering ini bisa menimbulkan motif, kemudian pelepahnya akan timbul motif berbeda, bisa jadi kombinasi. Untuk jadi bahan utama bisa dipakai syal sedangkan untuk pakaian sekadar untuk kombinasi,” kata wanita yang juga desainer ini.
Ia menambahkan proses pembuatan tenun dengan daun pisang kering memang cukup lama sehingga produksinya pun dilakukan secara terbatas. Selain itu tidak semua produsen bisa membuatnya sehingga pakaian lebih terbatas jumlah pemiliknya.
Menurutnya belum banyak pelaku industri busana yang melakukan inovasi daun pisang sebagai tenun, sebelumnya hanya digunakan sebagai aksesoris.
“Bentuk kainnya lebih bermotif tiga dimensi, biasanya kalau dari benang katun harus memintal dengan ketebalan tertentu. Tampaknya baru kali ini yang dimodifikasi untuk bahan pakaian, tenun,” ujarnya.
Proses pembuatannya daun pisang kering dicampur air kemudian tawas didiamkan selama tiga sampai empat hari lalu dikeringkan dan direndam kembali. Kemudian ditambahi cuka dna dijemur kembali baru bisa digunakan agar tidak mudah rapuh.
“Dengan direndam untuk mengurangi agar tidak mudah patah,” ujarnya.
Uji coba tersebut dilakukan agar menghasilkan karya yang berbeda dan ramah lingkungan. Material yang digunakan murni dari alam. Sebelumnya ia pernah membuat bahan dari akar wangi tetapi motifnya jarang, berbeda dengan daun pisang dan pelepahnya bisa menghasilkan motif yang penuh sehingga pakaian tampak menarik. “Dari pelepah diambil seratnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam proyek Inpres Jalan Daerah di DIY telah rampung dengan anggaran Rp8,79 miliar. Infrastruktur ini memperkuat konektivitas dan ekonomi daerah.
IHSG turun 3% dipicu kebijakan suku bunga global dan aksi risk-off investor. Simak analisis lengkap dan prospeknya.
Prediksi Bosnia vs Qatar di Piala Dunia 2026, lengkap susunan pemain dan peluang kedua tim meraih kemenangan pertama.
Xiaomi rilis Redmi 17C di China dengan RAM 4GB, harga Rp2 jutaan. Simak spesifikasi lengkap dan fitur unggulannya.
UAJY Luncurkan BESTARI SAINTEK Living Lab Sungai Jogja, Perkuat Riset dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan
Kasus daycare Little Aresha Jogja segera disidangkan, libatkan 13 tersangka dan 103 korban. Jaksa siapkan dakwaan.