Advertisement

Ramah Lingkungan, Tenun Berbahan Daun Pisang Kering Bakal Jadi Tren

Newswire
Senin, 13 Desember 2021 - 05:57 WIB
Sunartono
Ramah Lingkungan, Tenun Berbahan Daun Pisang Kering Bakal Jadi Tren Foto ilustrasi penggunaan baju dengan bahan ramah lingkungan. - Ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Tenun dengan bahan daun pisang diperkirakan akan menjadi tren busana yang ramah lingkungan di 2022 ini. Proses pembuatan yang cukup lama membuat baju dengan bahan ini diproduksi dengan terbatas tetapi ramah lingkungan.

Perajin Tenun Indri Aryanto menjelaskan tenun dari bahan daun dan pelepah pisang dipakai sebagai bentuk keberpihakan terhadap lingkungan untuk pengurangan limbah daun. Biasanya daun digunakan untuk ecoprint, tetapi bisa dipakai untuk benang. Adapun pemanfaatan benang melalui proses selama tiga hari baru bisa dipakai agar tetap kuat dan berkualitas.

“Klaras atau daun pisang kering ini bisa menimbulkan motif, kemudian pelepahnya akan timbul motif berbeda, bisa jadi kombinasi. Untuk jadi bahan utama bisa dipakai syal sedangkan untuk pakaian sekadar untuk kombinasi,” kata wanita yang juga desainer ini.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Ia menambahkan proses pembuatan tenun dengan daun pisang kering memang cukup lama sehingga produksinya pun dilakukan secara terbatas. Selain itu tidak semua produsen bisa membuatnya sehingga pakaian lebih terbatas jumlah pemiliknya.

Menurutnya belum banyak pelaku industri busana yang melakukan inovasi daun pisang sebagai tenun, sebelumnya hanya digunakan sebagai aksesoris.

“Bentuk kainnya lebih bermotif tiga dimensi, biasanya kalau dari benang katun harus memintal dengan ketebalan tertentu. Tampaknya baru kali ini yang dimodifikasi untuk bahan pakaian, tenun,” ujarnya.

Proses pembuatannya daun pisang kering dicampur air kemudian tawas didiamkan selama tiga sampai empat hari lalu dikeringkan dan direndam kembali. Kemudian ditambahi cuka dna dijemur kembali baru bisa digunakan agar tidak mudah rapuh.

“Dengan direndam untuk mengurangi agar tidak mudah patah,” ujarnya.

Uji coba tersebut dilakukan agar menghasilkan karya yang berbeda dan ramah lingkungan. Material yang digunakan murni dari alam. Sebelumnya ia pernah membuat bahan dari akar wangi tetapi motifnya jarang, berbeda dengan daun pisang dan pelepahnya bisa menghasilkan motif yang penuh sehingga pakaian tampak menarik. “Dari pelepah diambil seratnya,” katanya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Luar Biasa! hingga September, Lebih dari 5 Juta Wisatawan Kunjungi Sleman

Sleman
| Selasa, 04 Oktober 2022, 19:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement