Dukung Promosi Wisata, AMSI Sukses Gelar Road to IDC di Sumsel

PerhelatanRoad to Indonesia Digital Conference (IDC) Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) 2021, sesi pertama digelar di Provinsi Sumsel, Senin (15/11/2021). - Ist.
16 November 2021 05:57 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, PALEMBANG – Perhelatan Road to Indonesia Digital Conference (IDC) Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) 2021, sesi pertama digelar di Provinsi Sumsel, Senin (15/11/2021). Mengangkat tema Akselerasi Digital Pariwisata Sumatera Selatan menghadirkan sejumlah narasumber antara lain H Herman Deru, Gubernur Sumsel selaku keynote, Kepala Dinas Pariwisata Palembang H Sulaiman Amin, Bupati OKU Selatan Popo Ali Murtopo dan pengusaha kuliner sukses di Palembang, Lucianty Pahri.

H Herman Deru dalam kesempatan itu mengatakan Provinsi Sumsel mengandalkan aplikasi Giwang untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada di 17 kabupaten/kota di Sumsel. ‘’Jadi seluruh destinasi wisata di kabupaten/kota di Sumsel ini bisa diakses melalui aplikasi Giwang. Tentunya kita juga sudah berkoordinasi dengan Pemkot dan Pemkab yang ada di Sumsel,” jelasnya.

Salah satu kegiatan promosi wisata yang ada dengan suksesnya gelaran Sriwijaya Ranau Gran Fondo (SRGF). Gelaran SRGF ini berhasil menggaet ribuan peserta, termasuk dari provinsi-provinsi lain di Indonesia. SRGF sendiri difokuskan di objek wisata Danau Ranau yang terletak di Kabupaten OKU Selatan.

BACA JUGA : Road to IDC AMSI 2021 Siap Digelar di 8 Wilayah

Bupati OKU Selatan Popo Ali Murtopo mengaku merasa diuntungkan karena berada diujung Sumsel, namun berbatasan dengan Provinsi Lampung dan Bengkulu. Melalui Road to IDC AMSI, ia berharap pasar promosi wisata lebih luas, sehingga Pemkab maupun masyarakat OKU Selatan bisa meraih keuntungan lebih maksimal.

Bagi wisatawan ingin berkunjung ke OKU Selatan, khususnya wisata Danau Ranau, bisa melalui tiga bandara, yakni Bandara di Sumsel, Lampung dan Bengkulu. ‘’Kemudian, ada akses tol Palembang-Lampung. Dimana dulu ke OKUS ditempuh dalam 7-8 jam perjalanan. Kini bisa ditempat hanya lebih kurang lima jam saja. Lumayan, waktunya banyak berkurang,” ujarnya.

Utuk gelaran sepeda (SRGF) itu hampir seluruh provinsi di Indonesia mengirimkan peserta. ‘’Ini tentu tak lepas dari digitalisasi. Sebab, kami bisa mengurangi dana promosi untuk menonjolkan wisata.

‘’Termasuk gandeng komunitas, aplikasi dan media sosial yang ada. Dan efek promosinya juga bisa menjangka ke seluruh dunia,” ucapnya.

Wako Palembang H Harnojoyo, melalui Kadis Pariwisata Palembang H Sulaiman Amin, mengaku banyak peninggalan sejarah di Kota Palembang, yang termasuk destinasi wisata. Mulai dari Sungai Musi, peninggalan sejarah, venue olahraga berstandar Internasional yang mampu menggaet wisatawan. Sehingga Palembang ini dinamakan Kota Modern yang berbudaya. Menurutnya pariwisata itu tidak akan booming tanpa promosi dan publikasi.

‘’Namun sekarang kita sudah manfaatkan era digitalisasi dalam mempromosikan destinasi wisata tersebut,” ungkapnya.

Kota Palembang memiliki 76 destinasi wisata, namun Pemkot baru fokus mengelola 15 destinasi wisata. Diantaranya Benteng Kuto Besak, Alquran Al Akbar, JSC, dan Kampung Kapitan. Untuk menghidupkan pariwisata dengan bekerjasama terhadap seluruh stakeholder, termasuk akademisi, pelaku usaha, maupun dengan media. “Kemudian, kita siapkan spot kuliner, spot kerajinan, dan kampung kreatif, sehingga masyarakat tetap eksis ditenga pandemi ini,” tambahnya.

BACA JUGA : Gelar JDC 2021, AMSI Jateng Ajak Peserta Bahas 

Pengusaha kuliner Palembang Lucianty mengakui ada dampak karena pandemi covid-19 saat ini. ‘’Dimana, kita sempat susah dapat bahan baku, karena banyak pemasok tutup usahanya. Kekurangan tenaha kerja, karena banyak yang diliburkan, serta ketidakjelasan usaha,” tuturnya.

Makanya pebisnis kuliner harus dapat kepercayaan konsumen, dengan produk halal, aman, kemasan dan kebersihan. Termasuk WFH membuat menurunnya daya beli masyatakat. ‘’Intinya pengusaha kuliner butuh kebijakan pemerintah untuk mengatasi kendala-kendala ini,” tegasnya.

Namun, tambah Luci, pihaknya juga diuntungkan dengan pandemi ini, karena bisa memanfaatkan aplikasi atau software, untuk menghadapi tantangan bisnis di dunia digital ini.

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan, dengan kegiatan ini, AMSI ingin membangun kolaborasi antara seluruh industri didunia digital. ‘’Di mana, seluruh stakeholder bisa memahami betul apa yang terjadi pada industri lain di era digital. Ikut merekam dan mendengarkan apa yang terjadi dengan ekosistem yang terjadi dengan dunia media, dunia swasta, dan lainnya,” terangnya.

Semuanya akan berada dalam satu ekosistem digitalisasi. Di mana, ada 1.000 peserta yang mengikuti kegiatan pada sesi pertama ini. ‘’Kita ingin merekam inovasi yang dilakukan media, swasta, dan pemerintah seperti apa. Kalau sudah paham semuanya, tentu tidak sulit bagi kita untuk kolaborasi,” ungkapnya.

Ditambahkan Bang Wens, semakin kolaboratif, tentu promosi wisata di Sumsel akan lebih efektif, efisien dan lebih maksimal. ‘’Kegiatan ini juga untuk mengukur seberapa banyak kekuatan digital di daerah atau milik lokal masing-masing,” ucapnya.

BACA JUGA : AMSI dan Google Kembali Gelar Pelatihan Penguatan Bisnis

Sedangkan Ketua AMSI Sumsel, Sidratul Muntaha mengaku, bahwa di Provinsi Sumsel, banyak destinasi wisata yang bisa dimaksimalkan. ‘’Road to IDC AMSI 2021 ini, merupakan kegiatan tahunan, yang tahun kedua digelar oleh AMSI. Provinsi kebetulan menjadi ajang pembuka road to IDC, dari tujuh wilayah atau provinsi lain di Sumsel,” ungkap pria yang akrab disapa Totok ini.