Advertisement
BNPB: Banjir dan Longsor Dominasi Bencana Sepekan Terakhir
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Serangkaian bencana hidrometeorologi menerjang sejumlah daerah dalam sepekan terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung berlangsung hampir bersamaan di berbagai wilayah, mulai dari Sukabumi di Jawa Barat hingga Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kejadian bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di Indonesia,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Advertisement
Longsor di Sukabumi
Tanah longsor terjadi di Kabupaten Sukabumi pada Rabu (14/1) setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan dengan kontur tanah labil.
BACA JUGA
BNPB melaporkan enam desa terdampak di enam kecamatan, yakni Ridogalih, Mekarsari, Sukamanah, Cikadu, Neglasari, dan Sukasirna.
Sebanyak 31 Kepala Keluarga (KK) dan sejumlah akses jalan di Kecamatan Gegerbitung mengalami dampak langsung.
Hingga Kamis (15/1), BPBD Sukabumi telah mengerahkan tim reaksi cepat untuk pendataan dan penanganan awal di lokasi.
Banjir di Jember
Banjir terjadi di Kabupaten Jember pada Selasa (13/1) akibat luapan Kali Clutak. Sebanyak 78 KK di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, tercatat terdampak.
Ketinggian air yang sempat mencapai 100 sentimeter berangsur menurun menjadi sekitar 40 sentimeter. BPBD Jember bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik dan melakukan asesmen kebutuhan warga.
Puting Beliung di Situbondo
Cuaca ekstrem kembali muncul di Situbondo pada Kamis (15/1). Angin puting beliung menerjang Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, dan menimbulkan kerusakan pada permukiman warga.
Sebanyak 15 KK terdampak. Tercatat lima rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. BPBD Situbondo masih melakukan pendataan lanjutan dan pemulihan awal.
Banjir di Lombok Barat
Di Lombok Barat, NTB, banjir terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 16.00 WITA akibat jebolnya salah satu tanggul sungai setelah hujan deras.
Permukiman warga di Desa Kuripan terendam. BNPB melaporkan 77 KK atau 259 jiwa terdampak.
BPBD Lombok Barat bersama TNI, Polri, dan relawan desa telah melakukan evakuasi dan asesmen. Banjir mulai surut pada Kamis (15/1).
Puting Beliung di Konawe Utara
Angin puting beliung yang disertai hujan deras melanda Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, pada Senin (12/1).
Sebanyak 13 desa dan tiga kelurahan di empat kecamatan terdampak dengan total 192 KK atau 727 jiwa.
Kerusakan bangunan meliputi 14 rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan 177 rusak ringan. BPBD setempat telah menyalurkan bantuan logistik serta melakukan pendataan lanjutan.
Banjir di Kepulauan Talaud
Banjir juga melanda Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Senin (12/1). Peristiwa ini merendam 95 rumah dengan jumlah warga terdampak mencapai 95 KK.
Banjir dipicu luapan sungai setelah hujan deras. BPBD Talaud telah melakukan evakuasi, pemantauan, dan pendataan. Kondisi banjir dilaporkan surut pada Kamis (15/1).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BRIN Jelaskan Penyebab Sinkhole Marak di Indonesia
- OKI Kecam Penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh Pejabat Israel
- Prancis Tegaskan Greenland Bukan Milik AS di Tengah Klaim Trump
- Akun Instagram Laras Faizati Dimusnahkan, iPhone 16 Disita Pengadilan
- Arus Kendaraan di Jalan Tol Meningkat Jelang Libur Isra Mikraj
Advertisement
Pemkot Jogja Gelontorkan Rp135 M untuk Proyek Infrastruktur
Advertisement
Way Kambas Tutup Sementara Wisata Alam karena Konflik Gajah Liar
Advertisement
Berita Populer
- Suporter PSIM Jogja Kian Dewasa, Liana Tasno: Saya Terharu
- Doa Malam Isra Mikraj 27 Rajab dan Tata Cara Membacanya
- Pemkab Sleman Bangun 3.989 Titik PJU Senilai Rp21,1 Miliar
- Digitalisasi Musisi Jalanan Malioboro, Kini Bisa Diapresiasi Nontunai
- Jadwal Lengkap Proliga Pekan Kedua di Medan
- Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Bidik Sejarah di Piala AFF 2026
- Huawei Ungguli Apple di Pasar Ponsel China
Advertisement
Advertisement



