Advertisement
Bos Mossad ke AS, Konsultasi Soal Iran dan Potensi Serangan
Bendera Israel dan Iran. Ist - x /
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Kepala Badan Intelijen Israel (Mossad), David Barnea, dilaporkan berada di Amerika Serikat untuk melakukan konsultasi terkait situasi Iran, di tengah gelombang protes yang masih meluas di negara tersebut. Informasi ini diberitakan Axios, Jumat, dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui agenda tersebut.
Barnea dijadwalkan bertemu Utusan Khusus AS Steve Witkoff di Florida. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah Barnea juga akan bertemu Presiden AS Donald Trump dalam kunjungannya kali ini.
Advertisement
Salah satu isu utama yang dikabarkan masuk dalam pembahasan ialah kemungkinan serangan militer AS terhadap Iran. Sejumlah pejabat Israel meyakini potensi serangan itu bisa terjadi dalam beberapa hari mendatang, sekaligus menilai bahwa setiap penundaan berisiko dimanfaatkan Teheran untuk memperkuat posisi dan meredam tekanan internasional.
Laporan The New York Times pada Kamis (15/1) menyebutkan bahwa pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu sempat meminta Trump menunda rencana tersebut. Meski demikian, Trump dilaporkan tidak menutup peluang digunakannya opsi militer terhadap Iran.
BACA JUGA
Media News Nation juga melaporkan bahwa sejumlah negara Timur Tengah, antara lain Qatar, Arab Saudi, dan Oman, berupaya mendorong Washington agar menghindari eskalasi militer.
Gelombang protes di Iran sendiri mulai pecah pada akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran publik terhadap inflasi yang melonjak akibat pelemahan tajam mata uang rial. Sejak 8 Januari, aksi semakin meluas setelah adanya seruan unjuk rasa dari Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang digulingkan pada 1979.
Pada hari yang sama, akses internet dilaporkan diblokir pemerintah Iran. Di berbagai kota, demonstrasi berubah menjadi bentrokan, ketika massa meneriakkan slogan yang mengkritik pemerintah. Terdapat laporan korban baik dari aparat keamanan maupun demonstran.
Sebelumnya, pada akhir Desember, Trump menyatakan siap mendukung aksi militer baru terhadap Iran jika Teheran melanjutkan program rudal dan nuklirnya. Di tengah meningkatnya gelombang unjuk rasa, ia kembali menegaskan bahwa serangan besar akan dipertimbangkan bila demonstran menjadi target kekerasan mematikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
- Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran, Klaim Hak Bela Diri
- Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
Advertisement
Ganti Rugi Tol Jogja-YIA di Wates Cair hingga Rp6 Miliar per Bidang
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- THR 2026 Harus Lunas H-7 Lebaran, Tak Boleh Dicicil
- Gempa Dangkal Magnitudo 6,4 Guncang Sinabang Aceh
- Tanah Longsor di Sriharjo Bantul, Batu Besar Jebol Tembok Rumah Warga
- Sebut Anggaran MBG Fantastis, Mahasiswa Bantul Tuntut Evaluasi Total
- Volume Sampah Ramadan di Jogja Naik, DLH Pastikan Depo Tetap Kosong
- Imunisasi Anak Mudik Lebaran Disarankan 14 Hari Sebelumnya
- Dampak Konflik Timur Tengah, 15 Penerbangan di Bandara Soetta Batal
Advertisement
Advertisement






