Advertisement
Presiden Koreksi Desain IKN: Atasi Panas dan Risiko Karhutla
Suasana Istana Negara dan Istana Garuda terlihat dari kawasan Sumbu Kebangsaan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (28/7/2024). Sumbu Kebangsaan merupakan ruang terbuka di IKN yang menjadi simbol hubungan harmonis antar alam, manusia, dan nilai luhur kebudayaan. Antara - Hafidz Mubarak A
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan baru terkait penataan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam kunjungan kerjanya baru-baru ini, Prabowo meminta desain sejumlah kawasan di IKN disesuaikan dengan kebutuhan iklim Kalimantan Timur yang cenderung panas serta rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden menilai aspek fungsi harus berjalan beriringan dengan estetika. Salah satu instruksi yang disampaikan adalah perlunya menambah embung di beberapa titik.
Advertisement
“Desain dan fungsinya harus benar-benar diperhatikan. Di sana cuacanya panas dan kawasan hutannya juga berpotensi menimbulkan kebakaran. Embung menjadi salah satu elemen penting,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Selain penataan kawasan, Prasetyo mengungkapkan Prabowo juga meminta peningkatan sistem deteksi dini karhutla. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono telah melaporkan pemasangan sensor panas di sejumlah area, namun Presiden meminta teknologi tersebut terus diuji dan disempurnakan.
BACA JUGA
“Sudah ada beberapa metode deteksi yang dipasang, tetapi Presiden ingin pengujiannya dilakukan terus-menerus,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah di Malang, Prasetyo yang juga menjadi Juru Bicara Presiden mengatakan pemerintah menargetkan IKN sebagai Ibu Kota Politik dapat berfungsi penuh pada 2028. Karena itu, Prabowo meminta OIKN dan Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat penyelesaian fasilitas vital untuk lembaga legislatif dan yudikatif.
“Beliau tadi malam meninjau langsung progres pembangunan. Ada beberapa catatan yang harus diperbaiki, terutama terkait desain dan fungsi,” kata Prasetyo.
Ia menegaskan instruksi Presiden bersifat korektif agar pembangunan IKN berjalan lebih presisi dan menjawab tantangan lingkungan di Kalimantan Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Wisatawan Nekat Terobos TPR Parangtritis demi Hindari Tiket Masuk
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
Advertisement
Advertisement





