Taliban Minta Kesempatan Bicara di Sidang PBB

Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid - BBC
22 September 2021 13:17 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintahan Taliban di Afghanistan meminta untuk diberi kesempatan berbicara dengan para pemimpin dunia di sidang Majelis Umum PBB minggu ini di New York City.

Menteri luar negeri kelompok itu mengajukan permintaan itu dalam sebuah surat pada Senin lalu. Sebuah komite PBB akan memutuskan permintaan tersebut.

Taliban juga telah menominasikan juru bicara mereka yang berbasis di Doha, Suhail Shaheen, sebagai duta besar Afghanistan untuk PBB.

Kelompok itu, yang menguasai Afghanistan bulan lalu, mengatakan bahwa utusan pemerintah yang digulingkan itu tidak lagi mewakili negara tersebut.

Permintaan untuk berpartisipasi dalam debat tingkat tinggi sedang dipertimbangkan oleh komite kredensial, yang sembilan anggotanya termasuk AS, China dan Rusia, menurut juru bicara PBB seperti dikutip BBC.com, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Menpan RB Minta Telkom Kerja Keras untuk Reroute Jaringan

Tetapi mereka tidak mungkin bertemu sebelum akhir sidang Majelis Umum Senin depan. Alasannya, sampai batas waktu tersebut berdasarkan aturan PBB, Ghulam Isaczai akan tetap menjadi Duta Besar Afghanistan untuk badan global tersebut.

Dia akan menyampaikan pidato pada hari terakhir pertemuan pada 27 September. Namun Taliban mengatakan misinya "tidak lagi mewakili Afghanistan".

Mereka juga mengatakan bahwa beberapa negara tidak lagi mengakui mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sebagai pemimpin.

Ghani tiba-tiba meninggalkan Afghanistan saat gerilyawan Taliban maju ke ibu kota, Kabul, pada 15 Agustus. Sejak itu dia mengungsi ke Uni Emirat Arab dan membentuk pemerintahan.

Sumber : bisnis.com