Harga Pangan 23 September, Cabai Rawit Tembus Rp89.500 per Kg
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.
Pencanangan Great Babies Program (Program Bayi Hebat) oleh BKKBN, Senin (14/6/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Penanganan stunting yang angkanya masih tinggi membutuhkan sinergi berbagai pihak baik dari pemerintah maupun kalangan swasta. Perhatian terhadap hari pertama kelahiran menjadi penting untuk mencegah stunting.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan stunting menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi dan perlu diatasi secara serius. Keterlibatan berbagai macam pihak diperlukan untuk mengatasi terjadinya masalah stunting.Saat ini, angka stunting di Indonesia berdasarkan hasil Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019, prevalensi stunting sebesar 27,67%, dan pemerintah mentargetkan angka stunting di Indonesia turun menjadi 14% pada 2024.
“Pondasi utama kehidupan manusia di masa depan dapat dipengaruhi oleh pengasuhan pada 1.000 hari pertama kelahiran, dimulai sejak awal konsepsi atau selama 270 hari masa kehamilan serta 730 hari setelah lahir hingga anak berusia dua tahun,” kata Hasto dalam rilisnya, Selasa (15/6/2021).
Pada periode tersebut, lanjut Hasto, terjadi perkembangan otak, sistem metabolisme tubuh dan pembentukan sistem kekebalan tubuh yang begitu cepat. Sehingga apabila pada masa itu terlewati dan anak terlanjur stunting akan sangat sulit terkoreksi lagi. Mengingat kompleksitas masalah stunting di Indonesia, dibutuhkan sinergi semua pihak untuk mengatasi stunting.
“Penggalangan kemitraan pentahelix atau tetra helix dilakukan dengan prinsip menerima apapun yang diberikan mitra swasta terkait intervensi stunting, sehingga di posisi ini BKKBN adalah menjadi fasilitator kegiatan,” ujarnya.
Hasto mengatakan stunting harus ditekan dari hulu ke hilir mulai dari program edukasi hingga intervensi gizi untuk mencegah anak gagal tumbuh. Program edukasi menjadi penting agar anak tidak salah gizi dan yang juga harus diperhatikan adalah pola pengasuhan anak yang tepat, dan salah satunya keterlibatan peran ayah dalam pengasuhan.
“Pandemi telah mengakibatkan kegiatan posyandu di banyak daerah terhenti, padahal selama ini Posyandu berperan besar sebagai langkah awal pengawasan gizi anak. Kami berharap kolaborasi dan kerajasama ini menjadi cara alternatif agar gizi dan kesehatan anak di Indonesia tetap terpantau melalui kegiatan posyandu,” ungkapnya.
Great Babies Program (Program Bayi Hebat) diluncurkan melalui kerja sama antara Rotary Club Mataram Yogyakarta (RCMY) dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN, Senin (14/6/2021) di Dukuh Bekelan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Hasto menilai kolaborasi dari swasta seperti bantuan yang diberikan Rotary Club Mataram Yogyakarta sangat bermanfaat. Harapannya tidak berhenti dan bisa meneruskan dukungan bagi Ibu hamil, anak-
“Diharapkan juga mampu menguatkan peran generasi muda atau remaja sebagai calon keluarga, sehingga mampu membekali dirinya dalam upaya membangun keluarga berkualitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.
KRI Sriwijaya-100 resmi dikukuhkan Panglima TNI Agus Subiyanto setelah Merah Putih berkibar di atas kapal induk di Tanjung Priok.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.