Kerajinan Batik Diharapkan Jadi Penopang Pemulihan Ekonomi Nasional

Kepala BSKJI Doddy Rahadi. / Ist.
11 Juni 2021 02:27 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Industri Kerajinan Batik menjadi salah satu sektor yang mampu menopang pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sektor ini secara aktif memberdayakan tenaga kerja masyarakat. Sejalan dengan itu seminar Diseminasi Inovasi Teknologi dan Sertifikat Batik Mark digelar, Kamis (10/6/2021) dalam rangka meningkatkan daya saing industri kerajinan batik.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi menjelaskan industri kerajinan dan batik nasional mampu beradaptasi dan berinovasi di tengah pandemi Covid-19 sehingga mampu bertahan, bahkan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Kami terus mendorong pengembangan sektor industri agar tetap dapat menjalankan usahanya dengan baik dan mampu berkontribusi signifikan dalam agenda pemulihan ekonomi,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com.

BACA JUGA : Hari Batik Jadi Titik Balik Kebangkitan Perajin di Sleman

Doddy mengatakan di tengah masa pandemi seperti saat ini, industri kerajinan dan batik mampu membuat produk sesuai preferensi pasar. Industri kerajinan dan batik juga cepat melakukan diversifikasi produk, memunculkan kreativitas dan inovasi dalam rangka meningkatkan kinerja usahanya. 

Ia menambahkan industri kreatif kerajinan dan batik merupakan salah satu sektor yang diharapkan bisa menjadi penopang agenda Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi. Karena industri ini aktif memberdayakan tenaga kerja masyarakat.

“Maka harus diupyakan produksi yang efektif dan efisien berdasarkan industri hijau, rekayasa sarana produksi bidang kerajinan dan batik. Kemudian penyediaan lembaga uji, sertifikasi, dan kalibrasi, serta proses pengembangan SDM dalam ekosistem industri batik melalui sosialisasi, diseminasi dan pelatihan,” ujarnya.

Plt Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik, Titik Purwati Widowati menyatakan industri kerajinan dan batik di Indonesia berakar pada khazanah budaya bangsa Indonesia. Oleh karena itu, dalam membangun industri batik yang mandiri, berdaya saing, dan maju, maka diperlukan dorongan peningkatan daya saing melalui berbagai inovasi dan penyesuaian standar.

BACA JUGA : HARI BATIK: Titik Balik Kebangkitan Perajin Batik Sleman

“Kami secara aktif menghasilkan inovasi siap diterapkan dan membantu pemenuhan standar seperti pengembangan malam batik berbasis produk sawit, ekplorasi sumber zat warna alam dari limbah industri dan desain dan motif baru. Kami juga memberikan fasilitasi penerapan dan perolehan SPPT SNI, juga memberikan pembinaan dibidang sertifikasi Batik Mark,” katanya.