Proyek 1.000 Risha Ditarget Kelar September

Ilustrasi pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban bencana alam./Antara - Moh. Ridwan
13 Mei 2021 03:19 WIB Yanita Petriella News Share :

Harianjogja, com, JAKARTA – Pembangunan 1.000 unit Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) di Lembata dan Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, ditargetkan selesai akhir September tahun ini.

Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, bantuan rumah tahan gempa dengan teknologi Risha dengan tipe 36 tunggal, disalurkan di dua wilayah yakni Kabupaten Lembata 700 unit dan 300 unit di Kabupaten Flores Timur.

Di sejumlah kabupaten terdampak bencana lainnya, sesuai dengan persetujuan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga segera dibangunkan hunian tetap (huntap) Risha. Huntap itu dibangun untuk merelokasi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di NTT.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana di NTT tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, lebih dari itu sebagai upaya untuk membangun kembali permukiman baru yang tangguh terhadap bencana.

"Pendekatannya bukan sekadar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana, tetapi membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya,” ungkapnya melalui keterangan tertulis pada Rabu (12/5/2021).

Pembangunan inovasi Risha didasari oleh kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan yang layak huni bagi masyarakat terdampak bencana dengan mengedepankan kualitas bangunan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Risha adalah teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan cepat dengan menggunakan tiga jenis modul beton bertulang pada struktur utamanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia