Advertisement
Jenderal Iran Peringatkan AS, Klaim Militer Kini Lebih Kuat
Bendera Iran.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Panglima Militer Iran Mayor Jenderal Amir Hatami memperingatkan Amerika Serikat bahwa kekuatan militer Iran kini jauh lebih siap dibanding masa lalu.
Ketegangan ini memuncak setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan intervensi militer jika Pemerintah Iran terus menggunakan kekerasan mematikan terhadap pengunjuk rasa di dalam negeri.
Advertisement
Jenderal Hatami menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap peningkatan retorika ancaman dari Gedung Putih. Ia menjamin bahwa militer Iran telah melakukan persiapan matang yang melampaui kapasitas mereka di masa lalu.
"Saya dapat mengatakan dengan yakin bahwa kesiapan angkatan bersenjata Iran saat ini jauh lebih besar daripada sebelum perang. Jika musuh melakukan kesalahan, mereka akan menghadapi respons yang lebih tegas," tegas Hatami sebagaimana dikutip dari Euronews, Kamis (8/1/2026).
BACA JUGA
Pernyataan militer ini muncul di tengah kondisi dalam negeri Iran yang sedang bergejolak. Gelombang protes besar-besaran melanda kota-kota utama seperti Teheran dan Isfahan, dipicu oleh kondisi ekonomi yang kian memburuk:
- Inflasi Melambung: Angka inflasi menembus 40 persen, bahkan harga pangan dilaporkan melonjak hingga 72 persen.
- Mata Uang Runtuh: Nilai tukar Rial Iran yang merosot tajam memicu potensi kenaikan harga komoditas pokok, seperti minyak goreng, hingga tiga kali lipat.
- Korban Jiwa: Aktivis hak asasi manusia melaporkan sedikitnya 36 orang tewas akibat tindakan represif aparat keamanan dalam membubarkan unjuk rasa.
Merespons penggunaan kekuatan mematikan terhadap demonstran damai, Presiden Donald Trump memperingatkan Teheran untuk segera menghentikan kekerasan. Trump menyatakan bahwa Washington siap mengambil langkah militer jika tuntutan kemanusiaan tersebut diabaikan.
Sebagai upaya meredakan kemarahan warga, Pemerintah Iran mulai mengucurkan subsidi untuk menekan harga beras, daging, dan pasta. Namun, langkah ini dinilai belum cukup meredam aksi protes karena masyarakat menuntut stabilitas ekonomi jangka panjang dan pemenuhan hak-hak sipil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
Advertisement
Advertisement








