Pemerintah Cegah Malaria di Tengah Pandemi. Begini Strateginya...

Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Dr.drh.Didik Budijanto - istimewa
23 April 2021 14:27 WIB Janlika Putri Indah Sari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--  Malaria tetap menjadi penyakit yang harus diwaspadai, di tengah pendemi Covid-19 yang sedang mewabah di seluruh belahan dunia. 

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit  Plasmodium spp. Parasit ini hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia dan  ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.

Diperingati sebagai malaria sedunia setiap 25 April, pemerintah Indonesia mengatakan saat ini semakin berupaya berinovasi terhadap pencegahan dan pengendalian malaria di seluruh wilayah.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Dr.drh.Didik Budijanto mengatakan pengendalian malaria di era pandemi semakin ekstra Indonesia

"Program malaria dan fasilitas layananan kesehatan harus tetap mempertahankan kondisi yang optimal untuk mendukung layanan malaria.

Kemudian ketersediaan Obat dan logistik malaria di setiap layanan kesehatan.Petugas Dinkes Provinsi dan Kabupaten atau kota wajib memantau dan mengantisipasi layanan malaria pada saat pembatasan sosial," tuturnya secara virtual pada acara Bersama Masyarakat Menuju Indonesia Bebas Malaria yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI, Jumat (23/4/21).

Baca juga: Pekan Depan, Bareskrim Mulai Periksa Keluarga Buronan Paul Zhang

Didik juga menambahkan bila saat ini strategi komunikasi dan promosi kesehatan tetap dilakukan untuk mencegah peningkatan morbiditas dan mortalitas serta responsif untuk situasi pandemic covid-19. Lalu pemerintah juga memanfaatkan media potensial untuk sosialisasi pencegahan dan pelayanan malaria ke masyarakat yaitu jejaring sosial pesan sms, radio, tv, medsos, poster, baliho, megafon dan lainnya.

Berdasarkan Laporan Word Malaria Report (WMR) tahun 2020 dilaporkan 229 juta kasus Malaria secara global. Insiden kasus malaria mengalami penurunan dari 80 per seribu penduduk pada tahun 2000 menjadi 57 per seribu penduduk pada tahun 2019.

Penurunan kasus di Indonesia sebanyak 49 persen dari tahun 2010 sampai dengan 2020 dimana jumlah kasus tahun 2010 sebanyak 465 ribu menjadi 254 ribu pada tahun 2020.

Meskipun demikian, Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan penanggungan pencegahan malaria harus tetap dilakukan karena beberapa bagian wilayah Indonesia masih alami kondisi rentan malaria, terutama pada wilayah bagian timur.

"Dengan pencegahan ini semoga tujuan Indonesia bebas malaria di tahun 2030 bisa cepat tercapai. Dan itu perlu dari dukungan dari semua lintas sektor dan lapisan masyarakat untuk bersatu melawan Covid-19 dan malaria menuju Indonesia sehat," tutup Maxi.

Sumber : bisnis.com