Wapres Ingatkan Para Dai Tidak Ikut dalam Arus Berpikir Sempit

Wakil Presiden Maruf Amin. - Ist/Dokumentasi KIP/Setwapres
04 April 2021 13:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Wakil Presiden Ma’ruf Amin pengingatkan pada seluruh pendakwah untuk tidak ikut dalam arus berpikir sempit. Wapres meminta mereka menjalankan konsep wasathy dalam menyampaikan ajaran agama Islam.

"Para dai harus meneladani cara berpikir Rasulullah SAW dan tidak ikut dalam arus berpikir sempit, seperti fenomena yang muncul belakangan ini," kata Wapres Ma’ruf dalam web seminar nasional Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) secara daring, Minggu (4/4/2021).

Wapres mengatakan cara berpikir sempit hanya memunculkan sifat egosentris, tidak menghargai perbedaan dan enggan berdialog untuk menerima memperluas wawasan. Bahkan, dengan memiliki pola pikir yang sempit bisa menyebabkan paham radikal semakin berkembang, ujarnya menambahkan.

Baca juga: Densus Ringkus Penjual Senjata ke Pelaku Teror Mabes Polri

"Cara berpikir sempit juga bisa melahirkan pola pikir yang menyimpang dari arus utama atau bahkan menjadi radikal sehingga dapat menjurus pada penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan masalah," tutur-nya.

Peristiwa serangan bom bunuh diri di Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021), termasuk salah satu akibat dari memiliki pemahaman pola pikir yang sempit, ucap Wapres menegaskan.

"Tindakan ini tidak sesuai dengan ajaran Islam, karena Islam tidak mengajarkan kekerasan dan pemaksaan kehendak (ikrahiyyan) di dalam dakwah-nya dan juga dalam memperjuangkan aspirasi melawan ketidakadilan," ujarnya.

Baca juga: Kardus Mencurigakan Bikin Heboh Terminal Madiun

Sebaliknya, Wapres menjelaskan, Islam justru mengajarkan kesantunan (layyinan), nasihat baik (mau’izhah hasanah), serta membuka dialaog dengan cara terbaik (mujadalah billati hiya ahsan).

Turut hadir dalam webinar nasional tersebut ialah Ketua Umum PP Ikadi Achmad Satori, Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafli Amar dan Wakil Kepala Polri Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono.

Sumber : Antara