Kardus Mencurigakan Bikin Heboh Terminal Madiun

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan di Terminal Purboyo, Kota Madiun, Jawa Tengah terkait penemuan benda mencurigakan yang diduga berisi bahan peledak, Sabtu (3/4/2021) malam. - JIBI/Abdul Jalil.
04 April 2021 10:47 WIB Abdul Jalil News Share :

Harianjogja.com, MADIUN — Terminal Purboyo, Kota Madiun, Jawa Tengah mendadak geger setelah ditemukan sebuah kardus yang diikat tali rafia di kursi ruang tunggu penumpang, Sabtu (3/4/2021) malam. Maklum saja, kardus berukuran 20 cm x 25 cm di Terminal Purboyo itu sempat diduga berisi bahan peledak berbahaya.

Sebelumnya ada seorang pedagang asongan yang melaporkan adanya kardus tertinggal di kursi ruang tunggu kepada petugas terminal. Atas temuan itu, tim dari Polres Madiun Kota mendatangi lokasi untuk mengamankan terminal.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, mengatakan atas temuan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Jawa Timur. Tim Jibom tiba di lokasi sekitar pukul 20.28 WIB.

Tim tiba di lokasi mengenakan body armour dan kemudian memeriksa kardus tersebut dengan menggunakan X-Ray sebagai upaya deteksi. Hal ini dikhawatirkan kardus yang ditemukan di Terminal Purboyo tersebut berisi bom atau bahan peledak berbahaya lainnya.

Dia menuturkan tim membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mengevakusi benda mencurigakan itu. Dari hasil pemeriksaan, kardus mencurigakan itu bukan berisi bahan berbahaya maupun bahan peledak.

"Dari pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan X-Ray, benda tersebut bukan berbentuk rangkaian bom. Dipastikan aman, namun untuk tahapan lebih lanjut, tim akan membawa benda itu ke lokasi yang lebih aman untuk diperiksa," kata dia.

Berdasarkan deteksi X-Ray, benda yang ada di dalam kardus itu berupa tiga tumpukan barang yang masih belum dipastikan isinya. Terkait pemilik kardus yang diduga berisi bahan peledak di Terminal Purboyo itu, pihaknya belum mengetahui.

Sampai saat ini, belum ada pihak yang melapor kehilangan benda tersebut. "Sampai saat ini belum ada yang mengakui. Mudah-mudahan besok kalau ada orangnya yang mengakui, kita akan lakukan interogasi. Tentunya kalau benda itu berharga pasti akan diambil," jelas Dewa.

Sumber : JIBI/Solopos