Diancam Ditenggelamkan Politikus PDIP, Ini Respons Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti - Antara
05 Februari 2021 17:07 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Perseteruan antara politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewi Tanjung dengan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti memanas.

Kali ini, Dewi Tanjung mengaku bisa menenggelamkan seorang Susi Pudjiastuti. Hal itu disampaikan melalui cuitannya di media sosial twitter, Kamis (4/2/2021).

"Bu Susi anda mungkin bisa menenggelamkan Kapal Nelayan Tapi anda tidak akan bisa menenggelamkan seorang Dewi Tanjung Tapi saya bisa menenggelamkan seorang Susi Pudjiastuti Karena saya tidak punya beban dosa kepada rakyat kecil dan saya membela kebenaran, rakyat dan Negara republik Indonesia," cuit Dewi Tanjung.

Menanggapi pernyataan tersebut, Susi Pudjiastuti pun merespons dengan memberi emotikon jempol.

Perseteruan antara Susi Pudjiastuti dan Dewi Tanjung di media sosial twitter bermula ketika Dewi mengunggah sebuah cuitan mengenai sikap Susi yang sering menyerang kebijakan pemerintah setelah tak lagi menjabat sebagai posisi menteri di pemerintahan.

"Nyai pikir Bu Susi ngga seperti para menteri yg telah di pecat. Ternyata sama saja yaa. Begitu ngga dapat jabatan langsung membelot ke tetangga sebelah dan mulai menyerang kebijakan pemerintah ternyata jabatan telah membutakan mata hati mereka yang harusnya membela rakyat dan negara," cuitnya pada Senin (1/2/2021).

Cuitan itu pun hanya direspons singkat oleh Susi dengan pertanyaan "Ada yang kenal ??????," cuit Susi.

Dewi Tanjung pun kembali membalas cuitan Susi dan menyebut mantan Menteri KKP itu seharusnya tidak merasa terganggu dengan pernyataannya jika Susi benar-benar tulus membela rakyat.

"Dear Bu Susi anda tidak usah merasa Terganggu dengan statement saya selama anda benar-benar tulus bela rakyat. Saya bukan menteri, saya hanya Caleg Gagal. Tapi saya bukan orang yang mudah sakit hati karena tidak mendapatkan jabatan, bagi saya kedamaian dan keutuhan negara di atas segalanya," ujar Dewi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia