Advertisement
Israel Resmi Gabung Board of Peace Bentukan Trump
Donald Trump / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Israel resmi bergabung sebagai anggota Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang diperkenalkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, seusai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menandatangani dokumen aksesi di Washington pada Kamis (12/2/2026).
Penandatanganan keanggotaan Israel dalam Board of Peace dilakukan Netanyahu setelah bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di Blair House, Washington, sebelum agenda pertemuannya di Gedung Putih bersama Presiden Trump.
"Sebelum pertemuan saya di Gedung Putih dengan Presiden Trump, saya menandatangani aksesi Israel sebagai anggota 'Dewan Perdamaian'," ujar Netanyahu melalui postingan di X, Kamis (12/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu dan Marco Rubio tampak meneken dokumen resmi keanggotaan Israel sebagai bagian dari Dewan Perdamaian bentukan Trump.
Usai bergabung dengan Board of Peace, Netanyahu menyatakan optimisme bahwa langkah tersebut akan memperkuat relasi bilateral kedua negara.
"Kami akan terus memperkuat aliansi yang tak tergoyahkan antara Israel dan Amerika Serikat," pungkasnya.
Board of Peace pertama kali diperkenalkan Donald Trump di sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Pada Januari 2026, sebanyak 20 negara—di antaranya Belarus, Azerbaijan, Hungaria, hingga Indonesia—tercatat masuk sebagai anggota Dewan Perdamaian tersebut.
Pada tahap awal, Gedung Putih menggambarkan BoP sebagai badan pengawas terbatas yang bertugas mengawal proses perlucutan senjata di Gaza serta mendukung transisi teknokratis pemerintahan di wilayah itu.
Namun, tujuan pembentukan Board of Peace memicu tanda tanya di kalangan sekutu Amerika Serikat di Eropa, pimpinan organisasi internasional, serta para pakar kebijakan luar negeri. Sejumlah pihak menilai mandat dewan tersebut belum tergambar jelas.
Draf piagam organisasi itu bahkan tidak menyebut Gaza secara eksplisit. Kondisi tersebut membuat sejumlah sekutu seperti Inggris, Prancis, dan anggota Uni Eropa lainnya memilih tidak terlibat dalam Board of Peace.
Seiring bergabungnya Israel ke Dewan Perdamaian, kritik pun bermunculan. Sebagian kalangan menilai dewan ini berpotensi didominasi oleh Presiden Trump dan dikhawatirkan melahirkan keputusan kontroversial dalam dinamika geopolitik internasional ke depan.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
Advertisement
Jadwal SIM Keliling di Sleman Rabu 11 Maret 2026, Cek Lokasinya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Prediksi Bhayangkara FC vs Arema FC: Duel Krusial Papan Tengah
- Harga Emas Pegadaian: UBS Rp3,05 Juta dan Galeri24 Rp3,03 Juta
- Trump Ancam Iran: AS Akan Balas 20 Kali Lipat Jika Selat Hormuz Diblo
- KPK Tangkap Bupati Rejang Lebong Terkait Dugaan Fee Proyek
- Profil Muhammad Fikri Thobari, Bupati Rejang Lebong yang Terjaring OTT
- Australia Beri Suaka Lima Pemain Timnas Putri Iran Usai Piala Asia
- Alisson Cedera Jelang UCL, Liverpool Andalkan Mamardashvili
Advertisement
Advertisement






