Istana Kudeta Partai Demokrat? Begini Tanggapan Mahfud MD

Menko Polhukam Mahfud MD menjadi pembicara kunci saat seminar nasional untuk memperingati HUT Ke-6 Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Jakarta, Selasa (15/12/2020). Seminar tersebut membahas tema Pengelolaan Perbatasan Laut Republik Indonesia. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra
02 Februari 2021 12:27 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD akhirnya menyampaikan tanggapan terkait isu upaya ambil alih paksa Partai Demokrat oleh orang yang berada di lingkaran istana.

Hal itu mencuat setelah adanya pernyataan dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang menyebut bahwa adanya gerakan politik inkonstitusional dari lingkar satu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mencoba mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat.

BACA JUGA : AHY Tuduh Kudeta & Moeldoko Balas Menyerang, Ini Rangkuman Faktanya

Malahan, AHY mengatakan, gerakan itu juga telah mendapat dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di dalam pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Mahfud menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merestui hal tersebut. Bahkan, dirinya juga tidak pernah membicarakan hal tersebut dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko maupun pihak lainnya.

"Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, trmsk Menkopolhukam Mahfud MD, merestui Kepala KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB. Wah, mengagetkan, yakinlah saya tak prnh berbicara itu dengan Pak Moeldoko maupun dengan orang lain," ujar Mahfud seperti dikutip dari media sosial twitter, Selasa (2/2/2021).

BACA JUGA : Mantan Politikus Demokrat Tak Percaya Ada Orang Dekat Jokowi Ingin Gulingkan AHY

Lebih lanjut, Mahfud mengaku bahwa tidak pernah berpikir untuk mengambil alih secara paksa Partai Demokrat, apalagi merestui upaya tersebut."

"Terpikir saja tidak, apalagi merestui," ujarnya.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan di era demokrasi yang sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat seperti sekarang ini sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar seperti Partai Demokrat dikudeta seperti itu.

"Jabatan menko tentu tak bisa digunakan dan pasti tidak laku untuk memberi restu. Yang penting internal PD sendiri solid," kata Mahfud.

BACA JUGA : Andi Arief Sebut Siapa Orang Dekat Jokowi yang Ingin

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat AHY membeberkan adanya gerakan politik inkonstitusional dari lingkar satu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mencoba mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat.

“Gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo,” kata AHY dalam konferensi pers di DPP Partai Demokrat pada Senin (1/2/2021).

Malahan, AHY mengatakan, gerakan itu juga telah mendapat dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di dalam pemerintah.

“Gerakan ini juga dikatakan sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintah Presiden Joko Widodo,” tuturnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia