Advertisement
Benarkah Ledakan di Buleleng Karena Meteor Jatuh?
Ilustrasi ledakan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Informasi terkait ledakan atau dentuman besar di Buleleng Bali dikaitkan dengan dugaan jatuhnya meteor.
Netizen di twitter menyebutkan ledakan itu bisa jadi karena jatuhnya meteor. Apalagi, BMKG juga sudah mengatakan tidak ada aktivitas kegempaan saat itu. Bahkan, ada beberapa warga setempat yang mengaku benda langit jatuh sebelum terdengar dentuman tersebut.
Advertisement
Video kesaksian warga yang diunggah di video youtube itu, juga dibagikan Kepala Mitigasi dan Tsunami BMKG Daryono. Meski demikian, dia tidak mengonfirmasi kebenaran informasi itu.
Dia juga memaparkan jika suara dentuman meteor itu memiliki kekhasan seperti fenomena yang terjadi di Rusia pada 2013 lalu. Dalam video youtube kejadian meteor jatuh di Rusia itu terlihat cahaya terang meluncur ke bawah dan menimbulkan ledakan dan suara kencang.
Berikut beberapa komentar netizen soal kemungkinan meteor tersebut :
Ada meteor jatuh njir? tadi gw pas lagi di buleleng?
Adek, nenek sama mak gw denger suara dentumannya, gw malah tidur pas itu.
Yg di Buleleng Bali sepertinya emang meteor yah, karena emang Januari ini hujan meteor makin deres di Bumi kita. Biasanya kalo atmosfer tebel, asteroid yg jatuh udah abis duluan dikikis sblm mendarat. Kalo tipis ya begitu, susah ngikisnya dan bahaya jg buat Bumi.
Jika dikaitkan dengan fenomena dugaan jatuhnya meteor, sebelumnya, NASA mengungkapkan asteroid akan mendekati Bumi pekan ini.
Batu luar angkasa yang dikenal sebagai 2020 YE5 sepanjang 55 meter atau seukuran ikan paus biru itu, bergerak dengan kecepatan 10,5 kilometer per detik atau 37.800 kilometer per jam.
Dengan kecepatan itu, ia bisa dengan mudah menyelesaikan satu lingkaran penuh Bumi hanya dalam satu jam. Sebagai referensi, Bulan membutuhkan waktu lebih dari 28 hari untuk mengorbit Bumi.
Pengamatan NASA mengungkapkan bahwa ia akan sangat dekat dengan Bumi sehingga kira-kira sedekat itu dengan Bulan. Rata-rata jarak Bulan adalah 384.000 kilometer dari Bumi.
Menurut NASA, batu itu akan mendekati Bumi pada 22 Januari waktu AS atau 23 Januari waktu Indonesia. NASA mengatakan asteroid ini tidak berbahaya namun masuk dalam kategori Objek Dekat Bumi (NEO). NEO adalah komet dan asteroid yang telah didorong oleh tarikan gravitasi planet terdekat ke dalam orbit yang memungkinkan mereka memasuki lingkungan Bumi.
Tetapi, hingga sekarang belum ada konfirmasi pasti apakah sumber ledakan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
Advertisement
Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kondisi Pantai Gunungkidul Aman dan Nihil Insiden, SAR Tetap Siaga
- Puncak Arus Balik 2026: 283 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta Hari Ini
- RSUD Panembahan Senopati Buka Klinik Ginjal, Urai Antrean Pasien
- Sultra Diguncang 5 Gempa Beruntun, 2 Wilayah Jadi Titik Fokus
- Sleman Perluas Trayek Bus Sekolah di Kalasan, Target Mei 2026
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Ketahanan Energi Indonesia Dinilai Stabil di Tengah Geopolitik Global
Advertisement
Advertisement







