2 BUMN Sinergikan Data Vaksin Covid-19

Ilustrasi - Freepik
12 Desember 2020 15:07 WIB Arief Junianto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menunjuk dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni  PT Bio Farma dan PT Telkom untuk melakukan sistem informasi satu data vaksinasi Covid-19. Sistem informasi satu data penerima vaksin dibuat untuk mengintegrasikan data dari berbagai sumber menjadi satu data dan menghindari informasi data ganda.

Sistem yang dibangun akan mendata penerima vaksin melalui filtering data individu penerima vaksin prioritas (by name, by address). Kemudian akan menjadi aplikasi pendaftaran vaksin pemerintah dan mandiri, dan memetakan suplai serta distribusi vaksin berikut lokasinya.

Sistem yang akan diintegrasikan ini juga akan memonitor hasil pelaksanaan vaksinasi. “Sistem informasi satu data ini sangat penting untuk mengawali revolusi dunia kesehatan nasional. Awal yang baik untuk sistem kesehatan Indonesia,” ujar Direktur Digital Bisnis PT Telekomunikasi Indonesia Fajrin Rasyid, seperti dilansir laman resmi Satgas Covid-19, Kamis (10/12)

Direktur Digital Healthcare PT Bio Farma Soleh Ayubi menambahkan bahwa pembuatan sistem informasi data yang sedang dikembangkan oleh pihaknya akan mengikuti regulasi yang ada. “Semua proses ini harus mengikuti best practice, harus mengikuti regulasi yang ada. Baik regulasi dari Kementerian Kesehatan, Badan POM, Kominfo, berkaitan privasi data [penerima vaskin] dan seterusnya,”, ucap dia.

Soleh menjelaskan digitalisasi sistem informasi satu data ini juga akan dapat menyaring siapa saja orang yang bisa menerima vaksin. Sistem registrasi akan memastikan bahwa pendaftar berhak atau tidak sebagai penerima vaksin berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ditentukan Kementerian Kesehatan.

“Namun seluruh data pendaftar yang sudah masuk, masih tetap akan ditampung hingga yang bersangkutan dinyatakan bisa menerima vaksin,” ujarnya.

Data-data yang dikelola Bio Farma tidak hanya terbatas pada data penerima vaksin, tetapi juga data-data vaksin yang didistribusikan. Soleh mengatakan Bio Farma akan memastikan keamanan vaksin yang akan dipantau secara digital lewat label barcode yang ada di botol hingga tempat penyimpanan vaksin. “Dan ini jadi yang menjadi pertama di Asia Tenggara. Setiap botol vaksin akan ada ID-nya, akan ada barcodenya.”