Pernyataan Resmi FPI: Rombongan Habib Rizieq Ditembak, 6 Pengawal Diculik

Ketua Umum (Ketum) FPI, KH Ahmad Sobri Lubis - JIBI/Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi
07 Desember 2020 14:17 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) mengakui rombongan Rizieq Shihab ditembak. Menurut FPI, enam orang anggota laskar pengawal Habib Rizieq diculik.

"Bahwa benar ada peristiwa penghadangan, penembakan terhadap rombongan IB HRS [Imam Besar Habib Riziew Shihab] dan keluarga serta penculikan terhadap enam orang laskar pengawal IB. Peristiwa terjadi di dekat pintu Tol Kerawang Timur," kata Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis dalam keterangan resmi, Senin (7/12/2020).

Dia menjelaskan awalnya Rizieq bersama keluarganya termasuk cucu-cucunya yang masih balita hendak berangkat menuju tempat acara pengajuan subuh khusus keluarga inti.

"Bahwa semalam IB dengan keluarga termasuk cucu yang masih balita, akan menuju tempat acara pengajian subuh keluarga, sambil memulihkan kondisi. Sekali lagi ini pengajian Subuh internal khusus keluarga inti," ujarnya.

Dalam perjalanan menuju lokasi pengajian Subuh keluarga tersebut, menurut Shabri, rombongan diadang oleh orang tak dikenal (OTK).

BACA JUGA: Tembak Mati 6 Pendukung Habib Rizieq, Polisi: Kami Diserang Pakai Senjata Api & Senjata Tajam

Kelompok yang dia sebut OTK tersebut mengadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluarga. Menurut dia, para pengadang memuntahkan tembakan dan satu mobil berisi 6 orang angota laskar masih hilang diculik.

"Kami mohon doa agar 1 mobil yg tertembak berisi 6 orang laskar yang diculik agar diberi keselamatan. Dan mohon doa juga IB HRS. Untuk lokasi IB HRS, demi alasan keamanan dan keselamatan beliau beserta keluarga, maka kami tidak bisa sebutkan," katanya.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkapkan adanya penyerangan anggota Polri yang oleh kelompok pengikut Habib Rizieq pada Senin (7/12/2020) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, kilometer 50.

Dia mengungkapkan aksi penyerangan berawal dari informasi bahwa akan terjadi pengerahan massa saat Habib Rizieq diperiksa di Polda Metro Jaya.

"Berkaitan hal tersebut kami Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan kebenaran informasi tersebut dan ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yang diduga adalah pengikut MRS, kendaraan petugas dipepet, lalu kemudian diserang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam," ujarnya.

Polisi kemudian melepaskan tembakan yang menewaskan enam orang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia