Advertisement
Fenomena Dentuman dan Kilatan Cahaya di Cianjur Masih Misterius
Petir / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, CIANJUR—Fenomena dentuman keras disertai kilatan cahaya kemerahan yang terjadi di wilayah utara Cianjur, Jawa Barat, masih menjadi tanda tanya setelah tidak ditemukan aktivitas gempa maupun petir saat kejadian.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut fenomena tersebut diduga berkaitan dengan energi elektromagnetik di atmosfer. Namun, hingga kini belum ditemukan pemicu pasti karena tidak ada aktivitas kegempaan yang biasanya menyertai kejadian serupa.
Advertisement
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat menyatakan seluruh alat pemantau tidak mencatat adanya gempa maupun badai petir di wilayah Cianjur. BMKG menduga dentuman dan kilatan cahaya tersebut kemungkinan dipicu oleh aktivitas manusia.
Penyelidik Bumi Utama PVMBG Supartoyo saat dihubungi Selasa, mengatakan dentuman dan cahaya kemerahan yang sempat dilihat dan dirasakan masyarakat di sejumlah kecamatan di wilayah utara Cianjur diduga dipicu fenomena energi elektromagnetik.
"Kami masih mendalami penyebab terjadinya fenomena energi tersebut termasuk pemicu-nya karena tidak ada aktivitas kegempaan yang biasanya menjadi pemicu terjadinya fenomena alam tersebut," katanya.
Sedangkan berdasarkan keterangan Bandan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menduga suara dentuman dan kilatan cahaya yang sempat terlihat warga di sejumlah kecamatan bagian utara Cianjur seperti Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi akibat aktivitas manusia.
Pasalnya ungkap Kepala BMKG Jabar Teguh Rahayu, saat peristiwa tersebut terjadi tidak ada aktifitas kegempaan dan petir di wilayah Cianjur yang terdata di BMKG Bandung, sehingga pihaknya menduga hal tersebut buatan manusia.
"Petugas dan alat yang terpasang di BMKG Bandung tidak menunjukkan adanya aktifitas kegempaan dan badai petir di wilayah Cianjur, sehingga kami menduga aktifitas tersebut buatan manusia," katanya
Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik dengan kejadian pada Senin malam itu, karena pihaknya masih menelusuri informasi pasti penyebab dentuman dan kilatan cahaya yang sempat meresahkan warga.
"Kami masih mencari informasi pastinya sehingga warga jangan panik namun tetap waspada, kami sudah melakukan koordinasi dengan PVMBG dan BMKG apa penyebab suara dentuman dan kilatan cahaya yang terjadi malam itu," katanya.
Sebagaimana diketahui warga di sejumlah kecamatan di utara Cianjur tepatnya di Kecamatan Pacet, Cipanas dan Sukaresmi, sempat mendengar suara dentuman pada Senin malam sekitar pukul 22:15 WIB, sehingga berhamburan keluar rumah.
Tidak lama berselang warga melihat kilatan cahaya kemerahan di langit, sehingga mereka memilih bertahan di luar rumah cukup lama karena takut hal yang tidak diinginkan terjadi, hingga menjelang tengah malam sebagian besar warga kembali masuk ke dalam.
"Suaranya bergemuruh disertai dentuman cukup kencang, sehingga kami berlarian keluar rumah, dalam hitungan detik diikuti kilatan cahaya kemerahan di langit, selang setengah jam kami baru masuk ke dalam," kata warga Kecamatan Cipanas Dede Sandi.
Pemerintah daerah bersama PVMBG dan BMKG terus melakukan penelusuran agar masyarakat mendapatkan kepastian atas fenomena alam yang sempat meresahkan warga Cianjur tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
Advertisement
Advertisement







