Advertisement
Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
Petugas Karantina Sulawesi Selatan saat melakukan pemeriksaan pemasukan babi di Pelabuhan Paotere. (ANTARA - HO/Barantin)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah Indonesia melalui Badan Karantina Indonesia (Barantin) melarang pemasukan daging babi dan produk turunannya asal Spanyol. Kebijakan ini diambil menyusul laporan wabah African Swine Fever (ASF) yang terjadi di Provinsi Barcelona.
Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin, Sriyanto, mengatakan larangan tersebut merujuk laporan resmi World Organisation for Animal Health (WOAH) yang mencatat kembali munculnya ASF di Spanyol.
Advertisement
“Berdasarkan laporan WOAH, kami menginstruksikan seluruh unit pelaksana teknis Barantin dan petugas karantina untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperketat lalu lintas daging babi dan produk turunannya dari Spanyol,” kata Sriyanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
WOAH mencatat kejadian ini sebagai recurrence of an eradicated disease, yakni kemunculan kembali penyakit yang sebelumnya telah dinyatakan bebas sejak 1994 dan kini berstatus wabah yang masih berlangsung.
BACA JUGA
Sebagai langkah pencegahan agar ASF tidak masuk ke wilayah Indonesia, Barantin menegaskan seluruh pemasukan daging babi dan produk turunannya dari Spanyol tidak diperbolehkan hingga kondisi kesehatan hewan di negara tersebut kembali dinyatakan aman berdasarkan laporan resmi WOAH.
“Apabila ditemukan pemasukan daging babi dari Spanyol, akan dilakukan tindakan karantina berupa penolakan dan atau pemusnahan,” ujar Sriyanto.
Selain itu, Barantin juga meminta dukungan instansi terkait untuk melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat di titik-titik pemasukan dan pengeluaran, seperti bandara, pelabuhan, serta pos lintas batas negara, mengenai bahaya ASF.
ASF merupakan penyakit virus yang sangat menular pada babi domestik maupun babi liar dengan tingkat kematian yang dapat mencapai 100 persen. Meski tidak membahayakan kesehatan manusia, ASF berdampak besar terhadap populasi babi dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi signifikan bagi sektor peternakan.
Virus ASF diketahui memiliki daya tahan tinggi di lingkungan dan dapat bertahan pada pakaian, alas kaki, roda kendaraan, serta berbagai produk olahan daging babi seperti ham, sosis, dan bacon. Mobilitas manusia serta lalu lintas komoditas hewan dinilai berperan besar dalam penyebaran penyakit ini lintas wilayah dan negara.
Sriyanto menegaskan pencegahan pemasukan ASF menjadi langkah penting untuk melindungi peternakan babi nasional serta mencegah dampak lanjutan yang lebih luas. Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan lalu lintas komoditas hewan dan produknya yang dicurigai tidak memenuhi ketentuan perkarantinaan kepada petugas karantina terdekat atau melalui layanan WhatsApp Center Barantin di nomor 08111920336.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
Advertisement
Jadwal Lengkap KRL Solo ke Jogja Minggu 25 Januari 2026, Cek di Sini
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Pemda DIY Uji Coba Car Free Day Kepatihan, Dorong ASN Kurangi Emisi
- Investor Belum Masuk JJLS Bantul, Status Sultan Ground Jadi Kendala
- Awal Februari, Kantor Imigrasi Kulonprogo Siap Layani Paspor
- Jadwal KA Prameks Jogja Kutoarjo Hari Ini, Sabtu 24 Januari 2026
- Jadwal KA Bandara YIA-Stasiun Tugu Jogja Hari Ini, 24 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling di Jogja Sabtu Malam Ini, Cek Lokasinya
- Jadwal Pemadaman Listrik di Jogja dan Bantul, Sabtu 24 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



