Advertisement

Prabowo Minta Prosedur MBG Diperketat Mulai 2026

Newswire
Selasa, 06 Januari 2026 - 21:47 WIB
Sunartono
Prabowo Minta Prosedur MBG Diperketat Mulai 2026 Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden RI Prabowo Subianto meminta disiplin prosedur pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditingkatkan guna mencegah terulangnya kasus di lapangan pada tahun mendatang.

Permintaan tersebut disampaikan Prabowo dalam kegiatan retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/26). Presiden menyoroti catatan Badan Gizi Nasional (BGN) yang masih menemukan sekitar 15 kasus dalam pelaksanaan MBG sepanjang Desember 2025.

Advertisement

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden menghendaki agar kejadian serupa dapat dicegah secara maksimal dengan penguatan pengawasan dan kepatuhan terhadap standar operasional.

"Beliau [Presiden Prabowo] menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Hambalang.

Berdasarkan catatan dari Badan Gizi Nasional (BGN) masih terdapat sekitar 15 kasus yang terjadi pada pelaksanaan program tersebut pada Desember. Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo menghendaki agar kejadian serupa dapat dicegah semaksimal mungkin ke depan.

Terkait anggaran, Prasetyo menyampaikan program MBG tidak menghadapi persoalan karena dalam APBN 2026 telah dialokasikan dana sekitar Rp335 triliun untuk program tersebut.

Dia mengatakan secara umum, dari aspek teknis maupun anggaran, pelaksanaan program makan bergizi gratis dinilai tidak mengalami kendala besar.

"Jadi kira-kira secara teknis dan anggaran tidak ada masalah," ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan komitmen pemerintah untuk menerapkan standar zero defect (tanpa cacat) serta memastikan pemerataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai 2026.

Dalam taklimat yang disampaikan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, Kepala Negara menerima laporan bahwa program MBG telah menjangkau 55 juta penerima manfaat, terhitung sejak diterapkan per 6 Januari 2025.

"Kita mulai pada 6 Januari 2025, hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai hari ini, dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat," kata Kepala Negara dalam taklimatnya.

Program MBG adalah langkah strategis untuk mengintervensi masalah gizi yang mendesak. Meski mengklaim tingkat keberhasilan statistik mencapai 99,99 persen, Presiden tidak menutup mata terhadap adanya kekurangan maupun penyimpangan di lapangan.

Ia menekankan dalam operasi kemanusiaan skala besar, tantangan operasional adalah hal yang wajar, namun tidak boleh dimaklumi begitu saja.

"Tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai. Kita tidak puas dengan kekurangan 0,00 sekian persen, itu pun harus kita atasi," katanya.

Presiden menyebut pengawasan dan langkah pengamanan akan terus diperketat demi pemerataan yang sempurna. Dari sisi anggaran, pemerintah memastikan program MBG tidak menghadapi kendala karena APBN 2026 telah mengalokasikan dana sekitar Rp335 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Pemda DIY Perkuat Wisata Berbasis Experience Economy

Pemda DIY Perkuat Wisata Berbasis Experience Economy

Jogja
| Kamis, 08 Januari 2026, 03:17 WIB

Advertisement

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Wisata
| Rabu, 07 Januari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement