Khofifah Optimistis Jatim Bisa Kalahkan Covid-19

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa - Antara
26 Juli 2020 10:47 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Timur makin tinggi. Gubernur Jawa TImur Khofifah Indar Parawansa yakin bisa menang lawan Covid-19.

Sampai Sabtu (25/7/2020), tercatat tambahan kasus konfirmasi baru di Jatim sebanyak 311 kasus, sementara kasus sembuh baru bertambah 414, dan meninggal 18 orang.

“Siapa yang pandai bersyukur, Allah akan tambahkan nikmat dan karunia-Nya. Alhamdulillah. Hari ini, Sabtu (25/7) jumlah pasien sembuh di Jawa Timur secara prosentase sudah dua hari ini diatas rata- rata nasional,” tulis Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui akun Twitternya, Sabtu (26/7/2020).

BACA JUGA : Minta Warga Tidak Kembali ke Jakarta, Khofifah: Tunggu

Berdasarkan data Satgas Covid-19, dari total konfirmasi kasus sebanyak 20.256, kasus sembuh di Jawa Timur mencapai 59,02 persen atau total sebanyak 11.955. Sementara pasien konfirmasi yang dirawat masih sebanyak 6.729 orang atau 33,22 persen, dan meninggal 1.527 orang atau 7,76 persen.

Sementara pada kasus Covid-19 nasional dengan total 96.286 kasus, pasien konfirmasi yang sembuh sebanyak 56,9 persen atau sebanyak 55.354 orang. Sedangkan pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 36.808 orang atau 38,3 persen dan konfirmasi meninggal 4.714 kasus atau 4,8 persen.

“Tetap waspada dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Terimakasih kerja keras semuanya. Jatim pasti menang lawan Covid-19!,” imbuh Khofifah.

Khofifah juga berharap Jawa Timur bisa mempertahankan milestone jumlah persentase kesembuhan yang melebihi kasus aktif yang masih dirawat. Saat ini, ungkapnya, ada 30 kabupaten/kota di Jatim dengan kasus kesembuhan yang melebihi 50 persen dari jumlah kasus positif aktif yang dirawat.

BACA JUGA : Khofifah Curhat ke Jokowi soal Tidak Mudah Mengajak

Beberapa daerah seperti Sidoarjo telah berhasil bertransformasi dari zona merah menjadi zona oranye, salah satunya ada jumlah pasien sembuh yang tertinggi di wilayahnya pada 23 Juli yakni sebanyak 178 orang.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama semua pihak terutama tenaga kesehatan, rumah sakit rujukan, TNI - Polri serta relawan dan masyarakat.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia