Advertisement
Minta Warga Tidak Kembali ke Jakarta, Khofifah: Tunggu Situasi Normal!
Polisi melakukan penyekatan di pos pemeriksaan (check point) Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (26/5/2020). Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik diperpanjang kembali terhitung mulai 26 Mei 2020 hingga 8 Juni 2020. - Antara/Didik Suhartono
Advertisement
Harianjogja.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat Jatim untuk sementara waktu tidak kembali ke Jakarta untuk merantau atau mencari nafkah.
"Yang kemarin sempat mudik ke berbagai daerah di Jatim, jangan dulu kembali ke Jakarta. Selesaikan observasi dan sampai dinyatakan sehat dengan menunjukkan hasil rapid tes dan PCR tes. Sebaiknya tunggu situasi berangsur normal," katanya, Selasa (26/5/2020).
Advertisement
Dia mengatakan imbauan tersebut sejalan dengan instruksikan pemerintah pusat agar tidak menimbulkan persoalan baru di ibu kota akibat munculnya klaster baru atau gelombang baru.
"Episentrum penyebaran Covid-19 ada di Jakarta, jangan sampai terjadi ledakan pasien positif Covid-19 lagi. Mohon untuk bersabar dan tidak gegabah, apalagi DKI Jakarta juga tengah melaksanakan PSBB yang diperpanjang hingga 4 Juni 2020," tegasnya.
Dia menambahkan, jika memang keadaan mendesak atau keperluan dinas, warga Jatim bisa berangkat ke Jakarta dengan wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Menurutnya, rezeki tidak hanya dapat diperoleh di Jakarta, bahkan di kampung ada kesempatan untuk mendapatkan penghasilan. Sebagai contoh peluang yang bisa digali adalah melalui keberadaan e-commerce yang semakin menjamur.
"Sejak ada Covid-19, gelombang transformasi bisnis ke ranah daring atau online semakin cepat. Saya yakin jika kita bisa beradaptasi dengan cepat, maka peluang pun semakin besar. Saat ini juga banyak peluang dengan menjadi reseller atau drop shipper tanpa butuh modal besar," imbuhnya.
Khofifah menambahkan informasi perkembangan kasus positif di Jatim hingga 26 Mei 2020 telah mencapai 3.875 orang, dari jumlah itu sebanyak 506 dinyatakan sembuh dan 303 orang meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kunjungan di Breksi Diperkirakan Tak Seramai Tahun Lalu
- Absen Saat Salat Idulfitri, Yaqut Ternyata di Luar Rutan
- Prabowo dan Megawati Bahas Isu Geopolitik Global di Istana Jakarta
- Ingin Berlibur ke Solo tanpa Macet, Cek Jadwal KRL Minggu 22 Maret
- Catat bagi Warga Soloraya, Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Ingin Balik setelah Lebaran di Jogja, Ini Jadwal KA Bandara YIA
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
Advertisement
Advertisement








