Minta Warga Tidak Kembali ke Jakarta, Khofifah: Tunggu Situasi Normal!

Polisi melakukan penyekatan di pos pemeriksaan (check point) Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (26/5/2020). Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik diperpanjang kembali terhitung mulai 26 Mei 2020 hingga 8 Juni 2020. - Antara/Didik Suhartono
27 Mei 2020 07:57 WIB Peni Widarti News Share :

Harianjogja.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat Jatim untuk sementara waktu tidak kembali ke Jakarta untuk merantau atau mencari nafkah.

"Yang kemarin sempat mudik ke berbagai daerah di Jatim, jangan dulu kembali ke Jakarta. Selesaikan observasi dan sampai dinyatakan sehat dengan menunjukkan hasil rapid tes dan PCR tes. Sebaiknya tunggu situasi berangsur normal," katanya, Selasa (26/5/2020).

Dia mengatakan imbauan tersebut sejalan dengan instruksikan pemerintah pusat agar tidak menimbulkan persoalan baru di ibu kota akibat munculnya klaster baru atau gelombang baru.

"Episentrum penyebaran Covid-19 ada di Jakarta, jangan sampai terjadi ledakan pasien positif Covid-19 lagi. Mohon untuk bersabar dan tidak gegabah, apalagi DKI Jakarta juga tengah melaksanakan PSBB yang diperpanjang hingga 4 Juni 2020," tegasnya.

Dia menambahkan, jika memang keadaan mendesak atau keperluan dinas, warga Jatim bisa berangkat ke Jakarta dengan wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menurutnya, rezeki tidak hanya dapat diperoleh di Jakarta, bahkan di kampung ada kesempatan untuk mendapatkan penghasilan. Sebagai contoh peluang yang bisa digali adalah melalui keberadaan e-commerce yang semakin menjamur.

"Sejak ada Covid-19, gelombang transformasi bisnis ke ranah daring atau online semakin cepat. Saya yakin jika kita bisa beradaptasi dengan cepat, maka peluang pun semakin besar. Saat ini juga banyak peluang dengan menjadi reseller atau drop shipper tanpa butuh modal besar," imbuhnya.

Khofifah menambahkan informasi perkembangan kasus positif di Jatim hingga 26 Mei 2020 telah mencapai 3.875 orang, dari jumlah itu sebanyak 506 dinyatakan sembuh dan 303 orang meninggal dunia.

Sumber : Bisnis.com