Doni Monardo: Pembukaan Institusi Pendidikan Masih Berisiko

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. - Istimewa
10 Juni 2020 14:27 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan kegiatan pendidikan masih berisiko tinggi untuk dibuka kembali di tengah pandemi Covid-19.

“Adapun pendidikan karena risikonya tinggi adalah bagian terakhir yang nantinya kami jadikan sebagai program, bapak presiden,” kata Doni saat memberi keterangan dalam Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana [BNPB], Jakarta, pada Rabu (10/6/2020).

Kendati demikian, Doni menerangkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 44 persen wilayah kabupaten atau kota secara nasional yang dinyatakan berisiko rendah dan aman dari Covid-19.

“Ada beberapa daerah yang mengalami peningkatan tetapi, kami yakin pembagian tugas antara pusat dan daerah sudah semakin baik,” kata dia.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah memberikan lampu hijau bagi sembilan sektor ekonomi untuk kembali beroperasi di tengah penerapan kenormalan baru atau new normal.

Kebijakan ini diambil dalam rangka menekan dampak ekonomi dan sosial dari pandemi Covid-19.

Doni menuturkan langkah itu telah mempertimbangkan risiko penularan yang menggunakan indikator kesehatan masyarakat berbasis data yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan.

“Selain itu, penilaian dampak ekonomi dilaksanakan dengan menggunakan indikator indeks dampak ekonomi dari tiga aspek yaitu aspek ketenagakerjaan, proporsi Produk Domestik Regional Bruto sektoral, dan indeks keterkaitan sektor,” kata Doni melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jakarta, pada Jumat (5/6/2020).

Adapun, sembilan sektor yang ditetapkan untuk dibuka kembali meliputi pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik dan transportasi barang.

Dia mengungkapkan sembilan sektor tersebut dinilai memiliki risiko ancaman Covid-19 yang rendah, namun menciptakan lapangan kerja yang luas dan mempunyai dampak ekonomi yang signifikan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia