Covid-19 Melanda Pelayaran, 818 ABK WNI Dipulangkan

Kapal pesiar berbendera Norwegia, Viking Sun bergerak meninggalkan Pelabuhan Benoa di perairan Benoa Bali, Senin (9/3/2020). Kapal pesiar yang sebelumnya sempat ditolak menurunkan penumpang di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan ditolak bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 tersebut bertolak menuju Kolombo, Sri Lanka, usai bersandar di Pelabuhan Benoa sejak Senin (9/3) dini hari. ANTARA FOTO - Fikri Yusuf
30 Mei 2020 10:27 WIB Puput Ady Sukarno dan Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebanyak 818 Anak Buah Kapal (ABK) kapal pesiar asing dipulangkan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Gugus Tugas Covid-19 Nasional memfasilitasi pemulangan melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Seluruh ABK tersebut merupakan pekerja di dua kapal asing.  

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub Wisnu Handoko sebanyak 818 ABK yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah tiba di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok Jakarta Utara yang diangkut 2 kapal pesiar asing yaitu sebanyak 418 orang ABK Kapal Pesiar MV Nieuw Amsterdam dari Cape Town - Afrika Selatan dan 400 orang ABK Kapal Pesiar MV Carnival Splendor, dari Brisbane – Australia.

"Setelah para ABK tersebut sampai di dermaga pelabuhan, tidak dilakukan rapid test covid-19 di pelabuhan karena mereka telah di karantina di atas kapal. Para Petugas di Pelabuhan hanya melakukan pengecekan barang bawaan dengan menggunakan X Ray dan langsung diantar ke hotel yang sudah di siapkan oleh tim gugus tugas Covid-19, di Jakarta," ujarnya melalui siaran pers, Jumat (29/5/2020).

Dia menjelaskan setelah para para ABK tiba di hotel akan dilakukan tes kesehatan, termasuk tes swab  oleh Tim Kesehatan dari Kementerian Kesehatan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

"Nantinya dari hasil tes kepada 818 ABK dimaksud, apabila hasilnya swab testnya adalah positif maka akan langsung di bawa ke RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, dan apabila hasilnya adalah negatif akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di hotel untuk selanjutnya baru akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing," terangnya. 

Lebih lanjut, Wisnu mengungkapkan bahwa pemulangan ABK yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari total 20.042 orang ABK yang tersebar di 154 kapal pesiar di dunia dan pemulangannya ke Indonesia akan terus difasilitasi oleh pemerintah.

Saat ini, pemerintah telah membentuk Organisasi Tugas Satgas Bersama Repatriasi ABK/PMI Kapal Pesiar yang terdiri dari instansi dan Kementerian terkait, antara lain pihak Principal/Agen, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemenko Marvest, Kementerian Keuangan, TNI dan POLRI, serta Pemerintah Daerah terkait.

Menurutnya, pemerintah telah menunjuk 3 pelabuhan untuk memfasiltasi pemulangan para ABK Kapal Asing yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Batam dan Pelabuhan Benoa.

“Untuk Pelabuhan Tanjung Priok pada awal bulan Juni nanti juga akan kedatangan beberapa kapal pesiar asing lagi yang akan membawa para ABK dari negara tetangga, diantaranya antara Kapal Pesiar MV. Westerdan, MV. Volendam, MV. Eurodam dan MV. Carnival Conquest,” katanya.

Sumber : Bisnis.com