Advertisement
Potensi Pelanggaran di Laut Natuna Terus Dipantau
Kasal Laksamana TNI Yudo Margono saat memberikan Exit Briefing kepada prajurit Kogabwilhan I, di kantor perwakilan Mako Kogabwilhan I, Jakata Pusat, Kamis (28/5/2020). - Antara/Puspen TNI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I yang berada di Tanjung Pinang diminta terus memantau perkembangan pelanggaran di Laut Natuna.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono saat menggelar acara exit briefing dan Memorandum Pangkogabwilhan I di kantor perwakilan Markas Komando Kogabwilhan I, Jakata Pusat, Kamis (28/5/2020).
Advertisement
“Saya minta Kogabwilhan I yang berada di Tanjung Pinang harus terus memantau perkembangan pelanggaran wilayah yang terjadi di perbatasan Laut Natuna,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Jumat (29/5/2020).
Yudo yang sebelumnya menjabat sebagai Panglima Kogabwilhan I mengatakan, tugas Kogabwilhan I berfokus pada operasi militer perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP). OMP menitikberatkan pada kerawanan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di perairan Laut Natuna, sementara OMSP yang tengah sedang berjalan fokus di kegiatan bantuan kemanusiaan dalam penanganan Covid 19.
Terkait penanganan wabah Covid-19 yang dilaksanakan di beberapa tempat, Yudo mengatakan Pangkogabwilhan I bertindak sebagai penyelia sedangkan para Panglima Komando Utama (Pangkotama) adalah penanggungjawab pelaksanaan selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad).
"Penanganan Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran di bawah tanggungjawab Pangdam Jaya, Pulau Sebaru tanggungjawab Pangkoarmada I, Pulau Natuna tanggungjawab Pangkoops AU I dan Pulau Berhala tanggungjawab Pangdam I/Bukit Barisan,” jelasnya.
Yudo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh prajurit Kogabwilhan I atas dukungan dan kerja sama yang telah dilakukan selama ia menjabat sebagai Pangkogabwilhan I. Hal tersebut membuat tugas-tugas Kogabwilhan I dalam masa kepemimpinannya selama tujuh bulan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap Pasukan AS
Advertisement
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Libur Nataru 2025, Kunjungan Wisata DIY Tembus 2,27 Juta
- Eksepsi Nadiem Makarim, Minta Dibebaskan dari Tahanan
- Inflasi Desember 2025 Didominasi Kenaikan Harga Pangan
- Groundsill Srandakan Dibangun Lebih Kuat, Progres 40 Persen
- Beli Rumah 2026 Bebas PPN, Ini Aturan Lengkapnya
- Wilda Nurfadhilah Masuk Tim Kepelatihan Livin Mandiri
- Rutan Wates Direncanakan Pindah, Lahan untuk Masjid Raya
Advertisement
Advertisement




