Advertisement

Retret Kabinet, Prabowo Singgung PKB Sambil Berseloroh

Akbar Evandio
Selasa, 06 Januari 2026 - 17:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Retret Kabinet, Prabowo Singgung PKB Sambil Berseloroh Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). ANTARA - Fathur Rochman

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Presiden Prabowo Subianto menyelipkan candaan bernuansa politik saat memberikan Taklimat Awal Tahun 2026 dalam Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Desa Bojongkoneng, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Candaan tersebut dilontarkan ketika Presiden menyinggung soliditas partai-partai politik pendukung pemerintah. Di hadapan jajaran menteri dan pimpinan partai koalisi, Prabowo mempertanyakan kekuatan barisan pendukung pemerintahannya dengan nada berseloroh.

Advertisement

“Tapi di sini koalisi kita kuat kan? Ketua partai semua ada di semua ya? Ada? Ketua PKB [Muhaimin Iskandar] ada? PKB yang harus diawasi terus ini,” ujar Prabowo yang disambut tawa peserta retret.

Sebelum melontarkan guyonan tersebut, Prabowo terlebih dahulu menegaskan sikap pemerintahannya dalam menghadapi berbagai kritik dan tekanan politik. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak perlu ragu selama kebijakan yang dijalankan dilandasi niat baik serta berpihak pada kepentingan rakyat.

Menurut Prabowo, keberanian menjalankan agenda pemerintahan harus tetap dijaga selama tidak ada penyimpangan terhadap uang negara maupun ancaman terhadap keselamatan bangsa.

Presiden ke-8 Republik Indonesia itu juga mengingatkan bahwa upaya pemberantasan korupsi dan penyelewengan hampir pasti akan memicu perlawanan. Bentuk perlawanan tersebut, kata dia, kerap muncul dalam bentuk fitnah hingga serangan verbal.

Ia menilai kritik dan ejekan tersebut merupakan konsekuensi logis dari langkah pemerintah membersihkan praktik-praktik yang selama ini menguntungkan segelintir pihak di atas penderitaan masyarakat kecil.

Meski demikian, Prabowo meminta jajaran Kabinet Merah Putih agar tidak gentar menghadapi tekanan tersebut. Sebaliknya, ia mendorong para menteri menjadikan serangan itu sebagai penguat tekad untuk tetap konsisten membela kepentingan rakyat.

“Dan saudara-saudara, kita pasti dimaki, kita pasti difitnah. Karena banyak kekuatan, tidak hanya di negara kita, banyak kekuatan memang berada di pihak yang senang hidup di alam penuh korupsi, penuh penyelewengan, penuh penipuan. Mereka ingin kaya di atas penderitaan rakyat kecil,” tandas Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Pemkab Sleman Luncurkan e-Kalurahan, Awasi Transaksi Desa

Pemkab Sleman Luncurkan e-Kalurahan, Awasi Transaksi Desa

Sleman
| Kamis, 08 Januari 2026, 01:17 WIB

Advertisement

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Wisata
| Rabu, 07 Januari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement