Kurs Rupiah Hari Ini Tergelincir, Sentuh Rp17.845 per USD
Rupiah melemah ke Rp17.845 per dolar AS dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan penguatan dolar global.
Ratu Keraton Agung Sejagat/Instagram
Harianjogja.com, SEMARANG - Sepekan setelah ditangkap polisi, \'Ratu\' Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia akhirnya buka suara.
Saat jumpa pers Rabu (15/1/2020), Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel memberikan keterangan resmi kasus ini untuk pertama kalinya. Di tengah proses jumpa pers, Fanni terlihat menangis dan sesekali menggelengkan kepala.
Fanni akhirnya mengungkap alasannya menangis saat itu. Dia mengaku menangis karena mengetahui beberapa hal baru lewat jumpa pers tersebut.
"Ya karena ada beberapa hal yang saya ketahui di press conference. Sudah saya sampaikan penyidik dan kuasa hukum. Ada hal baru yang saya ketahui," kata Fanni di Mapolda Jateng, Selasa (21/1/2020).
Fanni memang enggan mengatakan lebih lanjut hal baru apa yang ia ketahui itu. Namun ia tidak membantah ketika ditanya salah satunya yaitu soal penggalangan dana dari pengikut Keraton Agung Sejagat.
"Ya salah satunya [penggalangan dana]," ujarnya.
Menurut Fanni, konsep kirab Keraton Agung Sejagat yang mereka lakukan hanya kegiatan seni dan budaya. Ia mengaku tidak sampai menelisik hingga sejarah.
"Kalau aku, perspektifku budaya, seni, tidak berandai yang lainnya. Semuanya, background itu, saya ke situ, sesederhana itu," tuturnya.
Ibu dua anak itu menambahkan, dia kini sudah mendapatkan sanksi sosial bertubi-tubi. Ia berharap agar masyarakat menunggu proses hukum tanpa menghakimi lebih dulu.
"Yah, nanti kita hargai proses hukum yang berjalan. Pelajaran untuk saya, hukum sosial sudah diterima, saya cuma ingin kembali dengan anak-anak saya, hidup normal, usaha, kembali ke kehidupan saya," tandasnya.
Fanni menilai kehebohan soal Keraton Agung Sejagat berawal dari media sosial, namun Fanni mengaku tidak ingin menyalahkan siapapun. Ia berharap masyarakat tidak menilai dirinya hanya dari \'cover\'.
"Ini awalnya masakan yang hebat dari sosmed, tapi saya enggak salahkan itu, ini masa penyidikan, mohon tidak dulu dihakimi, lihat proses. Pepatah, don\'t judge me for its cover only," ujarnya.
Untuk diketahui, Fanni dan \'Raja\' Toto Santoso menjadi tersangka kasus penipuan berkedok Keraton Agung Sejagat. Modusnya, para pengikut diminta menyetor uang dengan iming-iming jabatan dan gaji dolar.
Fanni lewat kuasa hukumnya, Muhammad Sofyan mengajukan penangguhan penahanan. Salah satu alasannya karena Fanni disebut masih dalam masa nifas pasca keguguran bulan Desember 2019 lalu.
"Permohonan penangguhan penahanan dan atau perubahan status penahanan terhadap klien kami khususnya Ibu Fanni. Beliau belum stabil kesehatannya karena 26 Desember 2019 mengalami keguguran, dalam terminologi Islam masuk masa nifas," kata Sofyan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Rupiah melemah ke Rp17.845 per dolar AS dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan penguatan dolar global.
Survei LPI ungkap pengaruh besar Jokowi terhadap citra PSI, hingga 70% responden akui dampaknya signifikan.
Tabrakan dua kereta di Bedford Inggris sebabkan lebih dari 80 korban luka dan satu tewas. Sebanyak 11 orang dalam kondisi serius.
Petani Banyunganti Kulonprogo ubah hutan mangkrak jadi lahan produktif. Panen jagung capai 8,33 ton per hektare.
PDIP tegaskan posisi sebagai penyeimbang pemerintah Prabowo. Dukung kebijakan pro rakyat, kritik jika melenceng.
Brasil menang 3-0 atas Haiti di Piala Dunia 2026. Cunha cetak dua gol, Vinicius Jr tambah satu. Selecao kini puncaki Grup C.