5 Fakta Keraton Agung Sejagat, Pengikutnya Ada yang Tak Merasa Dirugikan

Raja Keraton Sejagat - ist
21 Januari 2020 08:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, PURWOREJO - Belakangan ini publik dihebohkan dengan kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. Dua pimpinannya Toto Santoso, 42, dan Fanni Aminadia, 41, mengaku sebagai raja dan ratu keraton tersebut.

Kemunculan keraton itu mendadak viral setelah menggelar deklarasi pada 29 Desember 2019 dan kirab budaya pada 10 Januari 2020. Polisi bertindak cepat, keduanya langsung ditangkap untuk menjalani pemeriksaan. Kini keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka karena telah membuat onar dan penipuan.

Berikut lima fakta terbaru terkait Keraton Agung Sejagat:

1. Raja Mengaku Bohong

Toto Santoso, raja Keraton Agung Sejagat akhirnya mengaku berbohong. Keraton yang ia dirikan bersama sang ratu hanya rekaan dan tidak ada kaitannya dengan kerajaan Mataran ataupun Majapahit.

Polisi juga meminta keterangan ahli sejarah dan budaya untuk memeriksa silsilah Toto dan Fanni. Hasilnya, tidak ditemukan garis keturunan yang menyambung ke raja-raja Mataram ataupun Majapahit.

Meski telah mengakui kebohongannya, polisi tetap melibatkan tes psikologi untuk mengetahui kejiwaan tersangkalantaran keduanya berbelit-belil saat memberikan keterangan.

2. Pengikut Bayar Puluhan hingga Ratusan Juta

Polisi terus mendalami dugaan modus penipuan yang dilakukan Keraton Agung Sejagat. Para pengikut rata-rata membayar Rp3 juta sampai Rp30 juta, bahkan ada yang membayar hingga ratusan juta rupiah untuk bisa bergabung dengan keraton tersebut.

"Kemarin mendapatkan informasi dari warga di sana, ada yang sampai menyerahkan Rp150 juta, ini masih dicari oleh penyidik untuk dipanggil sebagai keterangan saksi korban," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna.

Janji-janji yang ditawarkan Raja Toto Santoso dan permaisuri Ratu Fanni Aminadia  pun beragam. Ada yang ditawarkan jabatan dan gaji besar bila bergabung menjadi anggota Keraton Agung Sejagat.

3. Pengikut di Klaten Tidak Merasa Dirugikan

Sekira 28 pengikut Keraton Agung Sejagat yang berada di Klaten, Jawa Tengah mengaku tidak merasa tertipu oleh Toto Santoso Hadinigrat dan Dyah Gitarja.

Salah satu pengikut Keraton Agung Sejagat berinisial SS mengatakan meskipun secara materi di rugikan. Namun, apa yang mereka lakukan untuk keraton adalah bentuk pengabdian serta perjuangan.

4. Keraton Agung Sejagat Cabang Klaten

Polisi terus mendalami kemunculan Keraton Agung Sejagat, dalam pengembangannya polisi menemukan cabang keraton di Klaten. Polisi memeriksa tiga orang untuk mengungkap cabang keraton tersebut.

"Yang berpangkat jenderal saudari Wiwik karena itu ketua cabang Klaten, menurut Kerajaan Agung Sejagat. Mereka mengatakan pengikutnya sudah mencapai 28 orang," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna kepada wartawan.

5. Ratu Keraton Agung Sejagat Curhat di Media Sosial

Dalam unggahan terakhirnya di media sosial, Fanni sempat curhat dengan menyebut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Prabowo untuk menguji secara akademis sejarah Keraton Agung Sejagat.

Sang ratu Keraton Agung Sejagat, merasa telah dituduh menyebar berita hoaks dan diberlakukan seperti teroris yang dihakimi tanpa diberi hak klarifikasi. Ia juga mempertanyakan prosedur hukum yang mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Sumber : Okezone