Advertisement
Rusia & China Luncurkan Pipa Gas 3.000 Km
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) memberikan es krim kepada Presiden China Xi Jinping sebagai hadiah ulang tahun sebelum konferensi Interaction and Confidence-Building Measures in Asia (CICA) di Dushanbe, Tajikistan (15/6/2019). - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden China Xi Jinping, Senin (2/12/2019), menyaksikan peluncuran operasi jalur pipa gas Siberia ke timur laut China melalui tayangan video.
Pipa gas ini digadang-gadang akan menjadi ikatan ekonomi sekaligus politik bagi kedua negara tersebut.
Advertisement
Pengaliran perdana gas melalui pipa 'Power of Siberia' mencerminkan upaya Moskow untuk berporos ke Timur dalam rangka mencoba mengurangi 'rasa sakit' akibat sanksi keuangan negara Barat yang dikenakan atas Rusia setelah aneksasi Crimea, Ukraina, pada 2014.
Langkah ini juga memperkuat posisi China sebagai pasar ekspor utama Rusia dan memberi Rusia pasar baru yang berpotensi besar di luar Eropa.
Proyek ini juga hadir ketika Moskow berharap untuk meluncurkan dua proyek energi besar lainnya - pipa gas Baltik bawah laut Nord Steam 2 ke Jerman dan pipa TurkStream ke Turki dan Eropa selatan.
Pipa Power of Siberia sepanjang 3.000 km akan mengantarkan gas dari ladang Chayandinskoye dan Kovytka di bagian timur Siberia. Kontrak ini berlaku hingga 30 tahun dan diperkirakan akan menghasilkan pendapatan hingga US$400 miliar bagi Rusia
"Ini merupakan acara historikal tidak hanya bagi pasar energi global, tetapi bagi kami, Rusia dan China," kata Putin, Senin (2/12/2019).
Menurut Putin, ini merupakan kerja sama strategis dalam sektor energi dan berpotensi menciptakan nilai perdagangan bilateral antara kedua negara hingga US$200 miliar pada 2024.
Pipa baru ini akan melewati perbatasan Rusia dan China, Heilongjiang dan terus hingga Jilin dan Liaoning yang merupakan pusat produksi gabah dan biji-bijian di China.
Xi mengungkapkan kepada Putin melalui video bahwa peluncuran pipa ini merupakan proyek penting bagi hubungan energi kedua negara dan akan menjadi contoh kerja sama yang saling menguntungkan.
Aliran pipa ini akan dimulai secara bertahap hingga mencapai 38 miliar kubik meter per tahun pada 2025 sehingga membuat China menjadi konsumen gas kedua terbesar setelah Jerman yang membeli 58,50 kubik meter tahun lalu.
Sayangnya, harga jual gas Rusia melalui pipa tersebut dirahasiakan. Namun, sejumlah sumber mengungkapkan harga jualnya sesuai dengan harga produksi gas. Baik Putin dan Xi Jinping tidak berkomentar terkait dengan harga jual gas tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa Darat M3,1 Guncang Pasaman, Getaran Terasa hingga Bukittinggi
- BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas
- BPJS Kesehatan Jelaskan Mekanisme Reaktivasi PBI JKN, Begini Caranya
- Ormas Islam Pahami Alasan Prabowo Masukkan RI ke Dewan Perdamaian
- Seleksi Sekolah Rakyat Dimulai, Kemensos Siapkan Kuota 30 Ribu Siswa
Advertisement
Harga Cabai Fluktuatif, Disperindag DIY Pastikan Stok Aman
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- KPK Sebut Dugaan Pemerasan Perangkat Desa di Pati Belum Menyeluruh
- Red Notice Interpol Persempit Gerak Buron Korupsi Minyak Riza Chalid
- Ombudsman Soroti Mangkraknya Proyek Jembatan Tambaksari Semarang
- DPD Tani Merdeka Bantul Dilantik, Dorong Kemajuan Pertanian Lokal
- KPK Dalami Komunikasi Bank BJB dan Ridwan Kamil di Kasus Korupsi Iklan
- Pemkot Jogja Tempuh Tahapan Panjang Menuju Malioboro Full Pedestrian
- Epson Perkenalkan Proyektor Portabel Lifestudio untuk Gaya Hidup
Advertisement
Advertisement



