Menhub Bertekad Turunkan Biaya Logistik, Ini Langkahnya

Menhub Budi Karya Sumadi
24 Oktober 2019 15:47 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan akan fokus menurunkan biaya logistik yang saat ini mencapai 24 persen dari produk domestik bruto (PDB). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, penyelesaian urusan logistik kini telah dibebankan oleh Presiden pada Kemenhub. Dengan demikian, sejumlah langkah akan dia lakukan.

Saat ini, biaya logistik Indonesia berkisar 24% terhadap PDB, jumlah tersebut jauh dari target 2019 yang diharapkan dapat mencapai 16% dalam cita-cita Sistem Logistik Nasional (Sislognas).

"Ada tiga hal yang dilakukan, di laut saya minta petakan barang-barang yang dari Jakarta itu tujuannya ke mana, ke China, Eropa, atau Amerika. Karena apa, kalau barang itu kita tahu di situ, maka kita bisa kerja sama dengan operator untuk memberikan substitusi [pelayanan pengiriman]," jelasnya, Rabu (23/10/2019).

Dia mengatakan Indonesia kalah dari Singapura dalam urusan logistik laut terutama karena frekuensi kapal dari dan menuju Singapura yang tinggi. Frekuensi tinggi ini membuat semakin banyak orang yang menggunakannya dan semakin murah pula ongkos yang diberikan.

"Nah kita mau seperti itu, kalau kita petakan baru bisa kita buat. Minggu lalu kan sudah ada yang dari Korea [kapal datang]. Nah itu yang harus ditingkatkan, itu [logistik] yang keluar," terangnya.

Langkah kedua, Budi Karya akan bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan logistik dari sisi regulator seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Kementerian Perdagangan untuk mempercepat aktivitas supply chain atau mata rantai.

"Saya akan ketemu dengan bea cukai, saya akan kasih pin point, kalau 3 hari ada di pelabuhan, apa masalahnya. Nah, kita mau bicara dengan bea cukai kita selesaikan, dengan perdagangan kita selesaikan," katanya.

Terakhir, dia akan memastikan aktivitas dari pelabuhan hingga ke pergudangan itu bagaimana, apa saja yang menjadi kendalanya.

"Apakah mereka lebih senang di gudang yang di pelabuhan atau apa, karena sekarang yang selama ini hari Sabtu Minggu tidak buka [pelabuhan], sekarang sudah buka," tuturnya. 

Menurutnya, aktivitas logistik menggunakan perkeretaapian masih membutuhkan waktu untuk dapat ditingkatkan. Budi Karya akan fokus terlebih dahulu pada aktivitas logistik melalui truk. Alasannya, aktivitas truk acap terjadi penumpukan truk di ruas-ruas jalan terutama dekat pelabuhan.

Dia menginginkan agar truk-truk ini dapat lebih berdaya guna dan utilisasinya menjadi lebih baik.

"Saya baru bicara truk saja, karena truk itu kalau kita buat Sabtu Minggu tidak ada [pengiriman barang], dia mengumpul aktivitasnya di Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Jadi seminggu cuma sekali [pengiriman] dia, kalau Sabtu, Minggu [ada kapal merapat di pelabuhan] dia [truk] jadi dua kali, dia tidak menumpuk," ungkapnya. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia