Pembangunan Huntap Korban Gempa Palu Perlu Survei Ahli Geologi

Warga mengambil sisa-sisa bangunan yang masih bisa digunakan di lokasi terdampak pergerakan atau pencairan tanah (likuifaksi) di Balaroa Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (14/10/2018). - ANTARA FOTO/Yusran Uccang
07 Oktober 2019 12:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, PALU--Rencana penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap atau Huntap korban gempa dan likuefaksi Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah perlu dilakukan survei geologi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu Presly Tampubolon, di Palu, Senin mengatakan kegiatan survei geologi dilakukan guna memastikan keamanan lokasi dari dampak bencana serupa.

"Jika nanti survei geologi menyatakan lokasi itu aman dari bencana, saya kira tidak menjadi soal untuk selanjutnya penyediaan dokumen-dokumen administrasi lainnya, " ujar Presly.

Menurut dia, keamanan masyarakat menjadi poin utama dalam upaya penanggulangan bencana. Usulan rencana pembangunan hunian untuk korban bencana di kelurahan tersebut berada di bagian Timur bekas likuefaksi yang berbatasan dengan Kabupaten Sigi.

Dia menyebut, penyediaan lahan pembangunan Huntap Satelit untuk korban gempa dan likuefaksi Petobo merupakan usulan masyarakat, dimana sebelumnya kelurahan itu tidak masuk dalam perencanaan pembangunan hunian oleh Pemerintah Kota Palu karena terkendala kesiapan lahan.

Lahan disediakan saat ini menurut masyarakat setempat tidak berkepemilikan, dalam artian masih berstatus tanah negara di lahan yang diestimasi seluas 24 hektare yang direncanakan mampu menampung 1.200 hunian.

"Setelah lahan itu diusulkan, Pemkot Palu langsung membahas rencana-rencana pembangunan ke depan," katanya menambahkan.

Sembari menunggu penyerahan lahan oleh negara kepada masyarakat melalui Pemkot Palu sebagai proses selanjutnya sambil menyusun rencana induk dan rencana tapak serta perencanaan fisik pembangunan.

"Dari dasar itu selanjutnya akan diusulkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah untuk permintaan persetujuan penetapan lokasi," katanya.

Pada penetapan lokasi relokasi pembangunan hunian oleh Pemkot Palu menunjuk tiga kelurahan yakni Kelurahan Tono dan Talise Kecamatan Mantikulore seluas 146,80 hektare sedangkan Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga seluas 38,60 hektare.

Saat ini, pembangunan hunian untuk korban gempa, tsunami dan likuefaksi Palu masih diarahkan di lokasi relokasi Tondo, yang mana dipastikan Yayasan Buddha Zhu Chi sebagai salah satu pendonor membangun sekitar 1.500 unit tahap pertama, selanjutnya di Duyu masih proses pematangan lahan.

Sumber : Antara