Pengamat Sebut Bukti Dukungan Bamsoet Jelang Munas Golkar

Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo (tengah) bersama Politikus Golkar Ali Yahya (kedua kiri) dan Anggota Dewan Pembina Partai Golkar Paskah Suzetta (kedua kanan) memberikan keterangan kepada wartawan saat mendeklarasikan dirinya maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024, di Jakarta, Kamis (18/7/2019). - ANTARA/Reno Esnir
02 Agustus 2019 10:47 WIB Lalu Rahadian News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Dukungan sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar terhadap Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk menjadi Ketua Umum Golkar dianggap semakin nyata terlihat.

Ikrama Masloman, pengamat politik dari LSI Denny JA, mengatakan dukungan ini terlihat dari adanya manuver Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang mengganti kepemimpinan di sejumlah DPD Golkar. Pergantian itu dianggap sinyal adanya seleksi yang dilakukan Airlangga sebelum Musyawarah Nasional (Munas) Golkar berlangsung.

"Nyata [dukungan DPD ke Bamsoet]. Kalau enggak nyata, Airlangga enggak mungkin ada langkah-langkah puluhan DPD diganti kepemimpinannya. Banyak ketua-ketua DPD termasuk Ternate, Halmahera itu kan diganti. Artinya ada, tentu Ketum yang hari ini, Airlangga juga mulai menyeleksi calon voters," terangnya kepada wartawan, Kamis (1/8/2019) malam.

Menurut Ikrama, sikap Airlangga yang mengganti ketua-ketua DPD Golkar menguatkan sinyalemen dukungan ke Bamsoet untuk menjadi ketua umum tak bisa dianggap sepele. 

Jabatan pimpinan DPD di Golkar memegang arti penting karena mereka adalah pemilik hak suara di Munas. Hak suara dimiliki pimpinan DPD di tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Adapun Munas Golkar dijadwalkan digelar pada Desember 2019.

Keberadaan dukungan untuk Bamsoet diyakini muncul lantaran Ketua DPR RI ini telah sering melakukan kunjungan ke daerah. Dia juga dideklarasikan salah satu organisasi pendiri Golkar, yakni Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), agar menjadi calon ketua umum di Munas 2019.

Ikrama juga menyebut bahwa Airlangga sebenarnya telah sadar akan keberadaan orang yang hendak mengganti Ketua Umum Golkar di Munas.

"Ada statement dari Airlangga 'kok ini sudah sibuk munas, sudah sibuk pemenangan, jadwal munas saja belum ada'. Artinya, kan dia mau mengatakan bahwa memang sudah ada orang yang mau concern ke sana, untuk melawan dia sebenarnya," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia