Menteri PPPA Ingatkan Pentingnya Mendidik dan Melindungi Anak
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Ketua DPR Bambang Soesatyo. /ANTARA FOTO-Wahyu Putro A
Harianjogja.com, JAKARTA--Menguatnya sosok Bambang Soesatyo dalam bursa calon Ketum Golkar dinilai karena Bamsoet sebagai antitesis dari figur Airlangga Hartarto.
"Kenapa nama Bambang Soesatyo muncul dan menguat di dalam wacana Munaslub Partai Golkar, saya menduga karena Bamsoet dinilai oleh para kader Golkar sebagai antitesis dari Airlangga," kata Pengamat Politik Said Salahudin, Senin (29/7/2019).
Dia mengatakan Bamsoet tampak lebih inklusif, egaliter dan akomodatif dalam berpolitik. Selain itu selama menjabat Ketua DPR, Bamsoet dinilainya teruji membangun relasi politik di parlemen.
"Bamsoet teruji membangun relasi politik diantara partai-partai politik di parlemen, dengan tetap mampu menjaga marwah dan kewibawaan Partai Golkar di hadapan partai-partai politik yang lain," kata dia.
Dia mengatakan belakangan banyak muncul suara-suara dari sebagian pengurus, tokoh, dan kader Golkar di berbagai daerah yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Airlangga Hartarto.
Menurut Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) itu, ketidakpuasan kader daerah terhadap Airlangga boleh jadi lantaran Airlangga dianggap terlalu eksklusif.
Sikap eksklusif tersebut, kata dia, menimbulkan kekhawatiran sejumlah kader, bahwa Airlangga hanya akan mengusulkan calon menteri di kabinet mendatang dari orang-orang terdekatnya saja.
"Sehingga menutup peluang bagi kader lain yang selama ini dianggap kritis dan kurang loyal pada dirinya. Padahal, tidak sedikit diantara mereka yang juga tidak diragukan kualitasnya," kata Said.
Sikap eksklusif itu kata dia, juga berpotensi menimbulkan iklim persaingan politik yang tidak sehat di internal partai itu. Di sisi lain, dia memandang ada keraguan para kader terhadap kemampuan Airlangga dalam memainkan peran politik Golkar, misalnya dalam lobi pemilihan Pimpinan MPR.
Hal tersebut mendorong sebagian kader mengusulkan percepatan Munas dengan agenda pemilihan Ketua Umum Partai Golkar yang baru, sebelum ditetapkannya susunan kabinet baru dan sebelum digelarnya pemilihan paket pimpinan MPR.
Said pribadi berpandangan Munas Golkar dapat dilakukan sebelum Oktober, sehingga Bamsoet dan Airlangga dapat berkompetisi dalam pemilihan yang demokratis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.