Anjing Ganas Gigit 3 Keluarga dan Rescuer di Sragen
Anjing peliharaan Sumarni (70) Sragen gigit nenek, anak Indah Dwi Astuti (45), cucu Herna (6) saat berahi. Anggota SAR Stanilaus Giri terluka saat evakuasi.
Ilustrasi air bersih (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)
Harianjogja.com, SRAGEN -- Kemarau berdampak pada krisis air bersih di sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen. Salah satu lokasi yang sudah terdeteksi mengalami krisis air adalah perbatasan Sragen-Grobogan.
Ada empat desa di wilayah perbatasan itu yang sudah mengalami krisis air yakni Desa Dukuh di Kecamatan Tangen, Desa Ngargotirto di Kecamatan Sumberlawang, Desa Baleharjo di Kecamatan Sukodono, dan Desa Banyurip di Kecamatan Jenar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen mulai melakukan pengiriman bantuan air bersih ke wilayah itu sejak Senin (1/7/2019). Selama dua hari terakhir, BPBD mengirim empat tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih ke empat desa itu.
Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, menyebut bantuan air bersih pada Senin dikirim ke Dukuh Mangir, Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, dan Dukuh Kowang, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, masing-masing 5.000 liter.
Sedangkan pada Selasa (2/7/2019) air bersih dikirim ke Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono, dan Desa Banyurip, Kecamatan Jenar. “Tahun ini kami konsentrasi di 36 desa di tujuh kecamatan yang rawan krisis air bersih,” katanya.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sragen, Untung Darmadi, saat ditemui wartawan di sela-sela distribusi air bersih di Sukodono, Selasa siang, menyampaikan tujuh kecamatan yang rawan krisis air bersih itu merupakan daerah pegunungan kapur yang tidak ada sumber airnya.
Dia mengatakan sumber air yang ada hanya hasil tangkapan air hujan. “Sebulan ke depan pasti banyak permintaan bantuan air bersih. Sebenarnya pada awal Juli ini belum ada permintaan. Pengiriman bantuan air bersih di empat desa itu didasarkan pada hasil survei tim reaksi cepat BPBD yang melihat kebutuhan air bersih warga. Di empat desa itu memang mulai membutuhkan air bersih karena banyak sumur gali yang mengering,” ujar Untung.
Untung mendampingi tiga orang anggota BPBD yang mengirim satu tangki air bersih di wilayah Desa Baleharjo, Sukodono, Sragen. Bantuan air sebanyak 5.000 liter itu semula diberikan untuk Dukuh Krapyak Baleharjo.
Namun setelah didatangi warga setempat tidak siap dan mengaku masih bisa mengakses air. Kemudian bantuan dialihkan ke Dukuh Gedad di tapal batas Sragen-Grobogan.
“Bantuan air ini sangat dibutuhkan warga setempat. Kalau sebulan lagi tidak ada hujan, warga Gedad benar-benar krisis air bersih dan hanya mengandalkan bantuan pemerintah kabupaten atau donatur. Hal itu sudah biasa karena Gedad menjadi langganan krisis air bersih saat musim kemarau,” kata Ketua RT 021 Gedad, Baleharjo, Sukodono, Sragen, Purwoko, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa siang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Anjing peliharaan Sumarni (70) Sragen gigit nenek, anak Indah Dwi Astuti (45), cucu Herna (6) saat berahi. Anggota SAR Stanilaus Giri terluka saat evakuasi.
Cek perbandingan harga baru dan bekas BYD Atto 3, Dolphin, Chery Omoda 5, dan Wuling Alvez pada September 2026.
Pengumuman MagangHub 2026 Batch 2 Angkatan II dijadwalkan 18 September. Cek cara melihat hasil seleksi dan tahapan setelah lolos.
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Brentford vs Chelsea tersaji di Gtech Community Stadium. The Bees belum terkalahkan, sementara Chelsea dibayangi masalah pertahanan dan sejumlah pemain cedera.
Harga mobil LCGC bekas September 2026 mulai Rp65 jutaan. Cek kisaran Agya, Ayla, Brio Satya, Calya, Sigra, GO+, dan Karimun Wagon R.