Upaya Pembunuhan Pejabat Terbongkar, Pengawalan Moeldoko Diperketat

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko - JIBI/Bisnis Indonesia
28 Mei 2019 20:17 WIB Yodie Hardiyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Pengawalan terhadap Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko diperketat menyusul terbingkarnya upaya pembunuhan terhadap sejumlah pejabat negara.

Moeldoko menyatakan dirinya semula mengabaikan informasi adanya ancaman pembunuhan terhadap pejabat negara. Namun, setelah diingatkan sejumlah orang, pengawalan terhadap dirinya diperketat.

"Ya karena banyak yang mengingatkan jadi ada pengamanan lebih lah, tadinya saya agak abai lah kayak gitu," katanya ketika ditemui jurnalis di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Moeldoko mengaku dikawal dua anggota TNI yang berasal dari satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pengawalan itu baru dilakukan beberapa waktu belakangan ini. Moeldoko mengaku kaget dengan adanya ancaman pembunuhan terhadap pejabat.

"Bagi saya gini loh, yang kita tegakkan kedaulatan negara, tidak ada yang lain. Wong saya dilahirkan prajurit untuk itu, sekarang pun enggak berubah sikap saya, yang mana siapa pun nyata-nyata mengganggu kedaulatan negara, itu bagian tugas yang enggak bisa diabaikan," kata Moeldoko yang menganggap ancaman itu bagian dari risiko tugas.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan nama-nama tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan saat aksi 22 Mei 2019.

Nama tersebut bukan dari informasi intelijen. Tito mengatakan nama tersebut didapat dari berita acara pemeriksaan keterangan tersangka yang ditangkap.

“Satu, ya betul Pak Wiranto [Menko Polhukam], kedua adalah Pak Luhut Menko Maritim, dan yang ketiga itu adalah Pak Ka BIN [Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan], yang keempat adalah Pak Gories Mere [Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen],” kata Tito di Gedung Menko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia