Ramadan, Penerbang Tempur Lanud Iswahjudi Mulai Latihan Bakda Subuh

Penerbang Skadron Udara 15 mengecek pesawat T-50i sebelum terbang, Kamis (9/5 - 2019). (Istimewa/Lanud Iswahjudi)
10 Mei 2019 17:27 WIB Abdul Jalil News Share :

Harianjogja.com, MAGETAN -- Penerbang tempur di Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi mengubah jadwal latihan mereka selama Ramadan. Para penerbang diperbolehkan mengendalikan pesawat tempur sampai pukul 10.00 WIB.

Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Iswahjudi, Letkol Sus Hamdi Londong Allo, mengatakan selama Bulan Ramadan, latihan maupun tugas operasi bagi prajurit TNI AU di Lanud Iswahjudi masih terus berjalan. Namun, saat sedang berpuasa tentunya kondisi badan para penerbang kurang prima.

Sehingga, penerbang harus tahu bagaimana menyiasati terbang dalam keadaan berpuasa. "Dalam medis, dalam keadaan berpuasa gula darah dalam tubuh akan turun sehingga menimbulkan rasa lemah dan mengantuk," kata Londong Allo , Jumat (10/5/2019).

Dia menuturkan untuk menyiasati kondisi badan yang sedang berpuasa, jadwal latihan penerbangan akan diubah. Semua penerbang yang berpuasa dilarang terbang kecuali bagi pesawat yang berpenerbang ganda.

Penerbang hanya dibatasi waktu terbang maksimal sampai pukul 10.00 WIB. Jadi, para penerbang di Lanud Iswahjudi mulai latihan terbang pada pukul 06.00 WIB dan berakhir latihan sampai pukul 10.00 WIB. Namun, mereka melakukan persiapan mulai pukul 05.00 WIB.

Terkait adanya isu kegiatan menerbangkan pesawat saat waktu sahur selama Ramadan, Londong menegaskan sampai saat ini belum ada perintah dari pimpinan.

Para penerbang akan menjalani latihan sesuai Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara nomor SKEP/18/II/1986. Dalam surat keputusan ini penerbangan hanya diperbolehkan maksimal pukul 10.00 WIB.

"Selama Bulan Puasa ini, latihan terbang akan dijalankan pada hari Senin sampai Jumat. Untuk latihan terbang pada Bulan Puasa baru dimulai Kamis kemarin," ujar dia.

Pada latihan terbang perdana di bulan Ramadan, penerbang tempur dengan pesawat F-16 dari Skadron Udara 3 melaksanakan terbang sebanyak 12 sorti, pesawat T-50i dari Skadron Udara 15 terbang sebanyak 14 sorti, dan pesawat Sukhoi dari Skadron Udara 11 terbang sebanyak dua sorti.

“Namun bagi para penerbang yang melaksanakan Puasa harus paham betul terhadap batas kemampuan diri masing-masing, sehingga tidak terjadi incident maupun accident dalam melaksanakan tugas,” jelas dia. 

Sumber : Solopos.com