Di KPU, Fadli Zon Minta Kecurangan Ditindak Tegas

Fadli Zon. - JIBI
06 Mei 2019 11:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Wakil Ketua Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) DPR, Fadli Zon menilai, kecurangan pemilu yang masif seharusnya ditindak secara serius oleh penyelenggara. Menurutnya, hal ini berkaitan dengan konstitusionalitas dan legitimasi hasil pemilu.

Ia mengatakan, banyak informasi kecurangan, seperti money politics hingga salah input data yang menurutnya adalah kecurangan pemilu yang paling mendasar. Hal itu ia ungkapkan saat mengunjungi Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (3/5/2019), untuk menjalankan tugas pengawasan DPR terkait penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Kita datang ke KPU sebagai pimpinan DPR, untuk melihat langsung penghitungan suara, baik software dan hardware, karena ini sudah jadi perbincangan di masyarakat terkait salah input,” ujar Fadli.

Menurut Fadli, penghitungan KPU seharusnya bisa dilakukan secara profesional, mengingat anggaran yang digunakan untuk pemilu cukup besar. Salah input data, menurut Fadli, adalah kesalahan terbesar KPU dalam penyelenggaraan pemilu.

“Terkait salah input, perlu ditelisik siapa yang membuat kesalahan ini, termasuk server-nya yang terkait dengan Situng [Sistem Informasi Penghitungan Suara] Pemilu supaya jelas. Ini hal yang ingin kami perkuat,” tuturnya.

Menurutnya, salah input ini telah menjadi perhatian masyarakat, sehingga perlu disikapi secara serius agar marwah KPU tetap dijaga kepercayaannya oleh masyarakat. Jika KPU sudah tidak dipercaya oleh masyarakat, maka itu akan menjadi masalah baru.

“Menurut saya, ini sudah mendapatkan perhatian masyarakat. Ini harus segera ditangani,” sambung politisi Partai Gerindra ini.

Secara kelembagaan, nantinya DPR akan melakukan evaluasi pelaksanaan Pemilu 2019. Untuk sementara, ia akan terus mengumpulkan bukti dan data kecurangan.

“Sekarang ini, contoh kecurangan itu nyata, dan ini akan dikumpulkan untuk jadi bukti dan evaluasi untuk sistem ke depan. Salah input, menurut saya, itu kecurangan, bukan kelalaian,” tutup Fadli.

Sumber : Suara.com