Relokasi Pabrik Otomotif ke Vietnam, 5.000 Buruh Khawatir PHK
FSPMI Jatim menyebut dua pabrik komponen otomotif tidak tutup total meski relokasi ke Vietnam. Namun, sekitar 5.000 buruh berpotensi terdampak PHK.
Ilustrasi pencurian sepeda motor./Harian Jogja
Harianjogja.com, SALATIGA—Aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan dua pemuda di Kota Salatiga berakhir apes. Sepeda motor hasil curian yang gagal dinyalakan justru ditinggalkan di area pemakaman dan menjadi petunjuk bagi polisi untuk membekuk kedua pelaku.
Dua pemuda berinisial AMR (23) dan BCD (20) kini harus berurusan dengan hukum setelah upaya mereka mencuri sepeda motor Yamaha Byson milik warga berujung gagal total.
Kapolres Salatiga, Ade Papa Rihi, menjelaskan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan korban bernama Revand Putra Samodra yang kehilangan sepeda motornya pada Selasa (23/12/2025).
Peristiwa pencurian terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di area belakang tempat biliar Black Stone, Ngajaran Salakan, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo. Saat itu, korban memarkir sepeda motor Yamaha Byson tahun 2013 warna putih dengan nomor polisi AB-4770-XZ dalam kondisi tidak terkunci setang.
“Ketika hendak pulang, korban mendapati sepeda motornya sudah tidak berada di tempat semula. Upaya pencarian di sekitar lokasi tidak membuahkan hasil sehingga korban melapor ke Polres Salatiga,” ujar Kapolres dalam konferensi pers di Pendapa Mapolres Salatiga, Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan laporan tersebut, Satreskrim Polres Salatiga segera melakukan penyelidikan. Dari hasil penelusuran, petugas memperoleh informasi keberadaan terduga pelaku di wilayah Kota Salatiga dan berhasil mengamankan dua orang sesuai ciri-ciri yang dikantongi penyidik.
Motor Curian Ditinggal di Makam
Dalam pemeriksaan, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Mereka mencuri sepeda motor dengan cara mendorong kendaraan korban yang tidak terkunci, menggunakan sepeda motor lain sebagai sarana.
Motor curian tersebut sempat dibawa hingga ke area Makam Sekepoh, Kelurahan Blotongan. Namun, rencana pelaku tidak berjalan mulus.
“Sepeda motor hasil curian tidak bisa dinyalakan. Dalam kondisi panik, pelaku justru meninggalkan motor tersebut di area pemakaman,” jelas Kapolres.
Keputusan meninggalkan motor di pemakaman justru menjadi petunjuk penting bagi petugas dalam mengungkap kasus tersebut hingga akhirnya kedua pelaku berhasil diamankan.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Byson beserta BPKB dan STNK milik korban, serta satu unit sepeda motor Honda Beat Street yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Kedua pelaku kini ditahan di Polres Salatiga untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan.
Kapolres Salatiga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkir kendaraan.
“Kejahatan tidak perlu undangan, cukup ada kesempatan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
FSPMI Jatim menyebut dua pabrik komponen otomotif tidak tutup total meski relokasi ke Vietnam. Namun, sekitar 5.000 buruh berpotensi terdampak PHK.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.