Advertisement
Petugas Haji 2026 Jalani Latihan Semi Militer, Ini Tujuannya
Ilustrasi Ibadah Haji / StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 hijriah atau 2026 memasuki fase krusial dengan dimulainya pelatihan petugas haji berbasis semi militer, sebagai upaya memperkuat kesiapan fisik, disiplin, dan ketangguhan sumber daya manusia.
Kementerian Haji dan Umrah menerapkan pola pelatihan tersebut dalam program fasilitator training of trainer (ToT) bagi petugas haji yang telah berlangsung pada 5–8 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Pola semi militer dipilih untuk memastikan petugas memiliki daya tahan dan kesiapan mental dalam menghadapi medan tugas di Tanah Suci.
Advertisement
Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan menjelaskan bahwa pendekatan ini bukan tanpa alasan.
“Kenapa lakukan semi militer, karena petugas haji memerlukan fisik siap, disiplin yang siap, dan pemahaman medan bagi petugas haji kita,” katanya dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kementerian Haji dan Umrah dengan Komisi VIII DPR RI pada Rabu (21/1/2026).
Irfan menegaskan, pembinaan petugas haji tidak hanya berfokus pada aspek teknis pelayanan. Kementerian Haji dan Umrah juga menekankan penguatan sumber daya manusia, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kompetensi layanan agar petugas mampu merespons dinamika di lapangan secara profesional.
BACA JUGA
Adapun pendidikan dan pelatihan bagi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan digelar secara luring pada 10–30 Januari 2026, kemudian dilanjutkan secara daring pada 2–8 Februari 2026. Dari total 4.418 petugas haji, sebanyak 4.377 orang telah terinput dalam sistem Masar Nusuk.
Tahun ini juga menjadi tonggak baru karena penyelenggaraan ibadah haji untuk pertama kalinya dikelola langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah yang dibentuk pada Agustus 2025. Perubahan struktur ini membawa orientasi baru dalam pengelolaan layanan haji.
Dalam pelaksanaan haji 2026, Kementerian Haji dan Umrah menempatkan kualitas layanan serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai pijakan utama, sehingga pembinaan petugas melalui pola semi militer menjadi bagian dari upaya membangun layanan yang tangguh dan berintegritas. “Kami sadari, haji adalah amanah besar, menuntut integritas kesungguhan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu Allah,” kata Irfan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
Advertisement
Advertisement





