Bupati Award 2026: Pasutri Asal Candimulyo Borong Dua Penghargaan
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
Produk olahan sampah di SD Negeri Salaman 1 Salaman, Kabupaten Magelang. /Ist-Dok Humas
Harianjogja.com, MAGELANG-- Sebanyak 8,7 kuintal sampah berhasil dikumpulkan oleh murid-murid dan guru SD Negeri Salaman 1 Salaman, Kabupaten Magelang hanya dalam satu jam. Gerakan Pungut Sampah itu merupakan bagian dari Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).
Pada kegiatan yang digelar Rabu (20/2/2019) itu, mereka juga melaunching Bank Sampah Pelangi yang menerima kumpulan sampah plastik dari murid dan guru di lingkungan sekolah tersebut.
"Bank Sampah Pelangi merupakan sarana edukasi dan pembiasaan bagi anak-anak. Sasaran utama adalah para siswa dan orang tua agar timbul kepedulian terhadap lingkungan dan kami berusaha mengembangkan ke lingkungan sekitar," kata Kepala SDN Salaman 1, Marhabban, di sela kegiatan.
Ia mengatakan SDN Salaman 1 adalah sekolah tertua di Kabupaten Magelang, yang berdiri sejak 1825. Pada 2016 telah dinobatkan sebagai sekolah unggulan.
"Tidak hanya itu, SDN Salaman 1 juga telah dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata dan rujukan Piloting-Character, yakni sekolah berbasis pembentukan karakter. Maka dari itu, kami ingin membentuk karakter siswa yang peduli sampah dan kelestarian lingkungan sedini mungkin," lanjutnya.
Ketua HPSN Nasional tingkat Kabupaten Magelang Atin Nurhayati mengungkapkan, salah satu latar belakang diadakannya HPSN adalah mengingat peristiwa longsornya tumpukan sampah akibat dipicu dorongan gas metan di TPA Leuwigajah Cimahi Jawa Barat pada 21 Februari 2005 yang memakan korban 157 jiwa.
Tahun 2005, katanya, merupakan cambuk yang menunjukkan permasalahan sampah tidak bisa dianggap sepele sehingga ditetapkan pada 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional yang setiap tahun diperingati serentak di seluruh indonesia.
“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri, artinya tanggung jawab kita bersama. Perlunya kita bergotong-royong berkolaborasi semua pihak mengatasi masalah yang berkaitan dengan sampah," kata Atin.
Dalam kesempatan tersebut, para tamu undangan diajak melihat hasil pengelolaan sampah di dalam lingkungan SDN Salaman 1. Di antaranya Green House, pengolahan air hujan dan limbah, pengomposan dari bahan organik, hasil olahan eco-brick dan Bank Sampah Pelangi. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
DPRD Bantul mendorong pelajar bijak bermedia sosial sekaligus produktif di ruang digital. Program kecakapan digital menyasar hampir 20 sekolah.
Riset World Giving Report 2026 mengungkap Rumania menjadi salah satu negara paling dermawan di Uni Eropa. Simak temuan CAF soal donasi masyarakat Eropa.
Budaya lokal dinilai bisa menjadi pembeda kuat di tengah tren wisata dan pengalaman yang semakin seragam. Namun, agar mampu menarik perhatian generasi saat ini,
Fenomena lava fountain di Gunung Anak Krakatau muncul akibat tekanan gas tinggi dalam magma. Simak penjelasan ilmiah, proses terbentuk, dan dampaknya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan tim Dokter Spesialis Keliling (Speling) ke Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta