Polisi Kesulitan Ungkap Teror Pembakaran Puluhan Kendaraan di Jawa Tengah

Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono Saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (16/5), di Semarang Jawa Tengah.-JIBI - Alif Nazzala Rizqi
05 Februari 2019 17:05 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG - Teror pembakaran puluhan kendaraan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) belum terbongkar, baik motif maupun pelakunya.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono, mengatakan petunjuk, baik saksi maupun rekaman circuit closed television (CCTV) yang mampu mengungkap identitas pelaku, sangat minjm.

"Selama ini kami minim menemukan saksi, karena rata-rata (lokasi kejadian) di daerah permukiman. Jadi susah ditanya siapa yang tahu ciri-ciri pelaku. CCTV resolusinya juga rendah. Jadi ketika pelaku beraksi terlihat visualnya, tapi ketika ditarik gambarnya kabur," ujar Kapolda seusai menggelar Rapar Koordinasi Antisipasi dan Deteksi Dini serta Gangguan Kamtibnas dengan Pemerintah, TNI, dan Polri di kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang, Senin (4/2/2019) petang.

Condro mendiga motif pelaku melakukan teror pembakaran mobil maupun motor hanya untuk membuat resah dan takut masyarakat. Pemikiran ini didasari tidak ditemukannya motif ekonomi maupun dendam yang melatarbelakangi aksi pelaku.

"Barang berharga korban juga tidak ada yang dicuri. Korban juga tidak punya musuh. Kesimpulan aksi dan motifnya sama, yakni untuk membuat masyarakat takut dan resah," imbuh Kapolda.

Agar kasus ini segera terungkap, lanjut Condro, Polda akan mengerahkan 400 personel tambahan untuk membantu Polrestabes Semarang. Selain itu, Kapolda juga meminta peran serta masyarakat untuk menjaga keamanan di lingkungannya.

"Perlu upaya membangkitkan keinginan warga untuk mengamankan lingkungan, seperti mengaktifkan lagi Siskamling," katanya.

Aksi pembakaran mobil memang sangat meresahkan masyarakat, tak terkecuali di Kota Semarang. Terbaru pembakaran mobil terjasi di Jl. Rejosadi Tengah II, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur.

Mobil milik Margaretha dengan pelat nomor DA 9130 ZE dibakar orang tak dikenal saat terparkir di depan rumah, Minggu (3/2/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.
Dari serangkaian peristiwa itu, Condro menyimpulkan pelaku teror sengaja menyasar masyarakat kalangan menengah ke bawah.

"Sasaran utama pembakaran mereka yang memiliki motor, mobil, tapi tidak terlindungi dengan baik. Kendaraan terparkir di luar rumah atau di jalan. Kita belum bisa berandai-andai siapa pelaku. Kita akan serius ungkap kasus ini," tuturnya.

Hingga saat ini, total sudah ada 15 kasus pembakaran mobil maupun motor di Kota Semarang, dua motor di Kabupaten Semarang, dan tujuh kasus di Kabupaten Kendal. Mayoritas pelaku melancarkan aksinya saat dini hari.

Sumber : JIBI/Solopos