Timnas U-15 Indonesia Kalah 0-3 dari Wales di Festival FIFA
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8 beregister PK-LQP di apron bandara. /Jetphotos
Harianjogja.com, JAKARTA-Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat 26 Oktober lalu sempat mengalami kehilangan daya angkat (stall).
Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis, menjelaskan kronologi sebelum pesawat tersebut jatuh.
"Dari hasil pembacaan kotak hitam [black box] pada saat mulai terjadi perbedaan penunjukan kecepatan di mata kapten dan copilot," katanya.
"Dilihat dari grafik yang paling bawah, berwarna biru adalah ketinggian, di atas kecepatan, mungkin naik pada tiga garis di atas," katanya.
Nurchayo mengatakan angle of attack dari awal sudah menunjukan perbedaan di antara kiri dan kanan di mana indikator kanan lebih tinggi dari kiri. "Pada saat menjelang mulai terbang di sini tercatat bahwa ada garis merah di sini yang menunjukkan pesawat mengalami `stick shaker. `Stick shaker adalah kemudinya di sisi kapten mulai bergetar. Ini adalah indikasi yang menunjukkan bahwa pesawat akan mengalami stall atau peringatan daya angkat," katanya.
Pada saat di ketinggian 5.000 kaki tercatat pada indikator berwarna ungu yaiti \'automatic trim down\' atau yang disebut banyak media sebagai MCAS atau Manuver Characteristics Augmentation System adalah alat untuk menurunkan hidung pesawat karena pesawatnya akan stall. "Jadi, hal ini kemungkinan disebabkan karena angle of attack di tempatnya kapten menunjukkan 20 derajat lebih tinggi. Kemudian men-trigger terjadinya `stick shaker\'. Mengindikasikan kepada pilot bahwa pesawat akan `stall\'. Kemudian MCAS menggerakkan hidung pesawat untuk turun," katanya.
Nurchayo menjelaskan pergerakan tersebut dilawan oleh pilotdengan parameter yang paling atas berwarna biru. "Jadi pilotnya `trim up. Terus sampai dengan akhir penerbangan, ini parameter biru yang tengah ini menunjukkan berapa total trim yang terjadi. Setelah `trim down\' angkanya turun dilawan oleh pilotnya trim up kemudian akhirnya angkanya kira-kira di angka 5," katanya.
Jadi, lanjut dia, Angka 5 adalah angka di mana beban kendali pilot nyaman.
"Apabila angkanya makin kecil, ini bebannya akan semakin berat. Namun kemudian, tercatat di akhir-akhir penerbangan autamatic trim-nya bertambah namun trim dari pilotnya durasinya makin pendek. Akhirnya jumlah trimnya makin lama mengecil dan beban kemudi menjadi berat. Kemudian pesawat turun," katanya.
Ia mengatakan hasil pembacaan kotak hitam secara lengkap akan dipublikasikan kepada masyarakat luas pada 28 November mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
SIM Keliling Jogja Senin 26 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Bayern Muenchen menang 3-1 atas Freiburg pada pekan ketujuh Bundesliga 2026/2027 dan merebut puncak klasemen dengan 17 poin.
Real Madrid mengalahkan Barcelona 1-2 dalam El Clasico. Kylian Mbappe mencetak dua gol, termasuk gol penentu pada menit ke-87.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja 26 Oktober 2026 di Prambanan, jam SIM Corner JCM dan Ramai Mall, serta syarat perpanjangan SIM A dan C.