UN SMP 2015 : Tidak Grogi meski Terpantau CCTV

Seorang petugas memperlihatkan salah satu CCTV di ruang laboratorium SMP Negeri 1 Wates, Senin (4/5/2015). (JIBI/Harian Jogja - Rima Sekarani I.N.)
05 Mei 2015 18:40 WIB Rima Sekarani News Share :

UN SMP 2015, siswa merasa santai mengerjakan ujian meski CCTV yang dipasang selalu memantau gerak-gerik.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengawasan pelaksanaan ujian nasional (UN) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wates memanfaatkan fasilitas kamera pengintai (CCTV). Pada hari pertama, Senin (4/5/2015), sekolah memastikan tidak ada peserta yang curang.

SMPN 1 Wates menyiapkan sembilan ruang kelas sebagai tempat pelaksanaan UN bagi 179 siswa pada Senin (4/5/2015) sampai Kamis (7/5/2015) mendatang. Sebuah kamera pengawas telah terpasang di masing-masing ruangan. Begitu juga pada beberapa titik di luar kelas. “Selain di sini [lobi sekolah], ada satu monitor pemantau di laboratorium komputer dan meja ruangan saya,” ungkap Kepala SMP Negeri 1 Wates, Suryono, kemarin.

Menurut dia, CCTV sangat efektif untuk memantau aktivitas siswa di setiap ruang ujian.

“Pengawas bisa melihat kalau semuanya tertib dan tampak mengerjakan dengan tekun. Tidak ada satu pun yang mencurigakan atau bertindak curang,” ucap Suryono.

Meski demikian, peran tim pengawas di setiap ruang ujian tetap yang paling utama. Keberadaan CCTV hanya menjadi sarana pendukung kelancaran UN.

Suryono menambahkan kamera pengintai bukan hal baru bagi siswa dan guru di SMPN 1 Wates. Fasilitas tersebut juga dioperasikan untuk memantau kegiatan belajar dan mengajar setiap hari.
“Sengaja dipasang untuk memantau keadaan kelas. Misalnya kondisi kelas ramai atau tidak dan gurunya hadir atau tidak. Kami [sekolah] sendiri juga bisa menilai bagaimana cara mengajar para guru, sudah sesuai pedoman atau belum,” paparnya.

Murid Kelas XII SMPN 1 Wates Elisabeth Ayu Niken mengaku tidak terganggu dengan adanya kamera pengintai. “Sudah biasa dan tetap percaya diri. Sudah latihan beberapa kali dan enggak ada niat mencotek,” ujarnya seusai menggarap UN dengan materi pelajaran Bahasa Indonesia.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo meminta seluruh peserta UN SMP lebih semangat dan percaya diri. Dia juga berharap anak-anak bisa meneruskan sekolah ke jenjang berikutnya setelah lulus SMP.
“Saya ingin semuanya fokus menyelesaikan ujian dan mendapat nilai yang baik. Harapannya bisa lulus semua dan diterima di sekolah yang didambakan,” ungkapnya.