PRAMUGARI DIPUKUL PEJABAT : Sriwijaya Air Serahkan ke Proses Hukum

06 Juni 2013 16:26 WIB Redaksi Solopos News Share :

[caption id="attachment_413227" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/06/pramugari-dipukul-pejabat-sriwijaya-air-serahkan-ke-proses-hukum-413226/ponsel-dilarang-ilustrasi-reuters-2" rel="attachment wp-att-413227">http://images.harianjogja.com/2013/06/ponsel-DILARANG-ilustrasi-REUTERS1.jpg" alt="" width="314" height="224" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Reuters[/caption]

JAKARTA-Kasus pemukulan pramugari Sriwijaya Air, Febriani, 31 oleh Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi sudah bergulir ke proses hukum. Pihak Sriwijaya Air berharap kasus ini bisa selesai lewat proses hukum.

"Kami serahkan sepenuhnya ke kepolisian, harus proses melalui hukum," jelas juru bicara Sriwijaya Air, Agus Soedjono, Kamis (6/6/2013).

Menurut Agus, pramugari Febriani sudah sesuai aturan mengingatkan Zakaria agar mematikan ponsel karena pesawat yang ditumpangi pada Rabu (5/6/2013) malam dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng sudah akan terbang. Teguran dilakukan dengan sopan.

"Sampai seperti ini ada pemukulan sangat disayangkan, sebagai manusia semestinya tahu etika. Sesuai aturan sebelum boarding seharusnya sudah mati," tuturnya.

Setibanya di Bandara di Pangkalpinang, Febri dipukul dengan koran dan didorong. Febri kemudian melapor ke Polsek Pangkalanbaru. Kasus ini masih dalam pemeriksaan polisi.

Pengacara Zakaria, Ellisa menegaskan kliennya khilaf karena sedang ada masalah. Istrinya tengah sakit.