Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Malang

Newswire
Newswire Senin, 02 November 2026 18:07 WIB
Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Malang

Petugas gabungan melakukan penanganan tanah longsori di wilayah Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). /Antara-BPBD Kabupaten Malang\r\n

Harianjogja.com, MALANG—Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur Kabupaten Malang, Jawa Timur, sejak Senin (2/11/2026) dini hari memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengerahkan tim gabungan untuk menangani dampak bencana, termasuk akses jalan yang tertutup material longsor dan terputus akibat banjir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan hujan terjadi secara merata di seluruh wilayah kabupaten. Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan debit air sungai serta longsor di beberapa titik.

"Sehingga menyebabkan terjadinya tanah longsor di beberapa titik wilayah mulai dari Kecamatan Dampit, Ampelgading, Tirtoyudo, dan Bantur, serta adanya kenaikan debit air di wilayah Sumbermanjing Wetan. Setiap kejadian terus dilakukan upaya penanganan," ucapnya.

Penanganan bencana melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, mulai dari TNI hingga masyarakat di wilayah terdampak. BPBD juga membagi personel ke dalam beberapa tim agar penanganan di setiap lokasi dapat berjalan secara bersamaan.

Banjir Putus Akses Desa Dampit
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, banjir dan tanah longsor berdampak pada sejumlah desa. Di Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, kejadian tersebut menyebabkan akses penghubung Desa Dampit menuju lokasi terdampak terputus, khususnya di jalan poros Gunung Gatel.

Sementara itu, tanah longsor terjadi di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading. Material longsoran menutup akses jalan provinsi sehingga menghambat mobilitas kendaraan di jalur tersebut.

Banjir juga melanda Desa Lebakharjo setelah debit air Sungai Kedung Ondo meningkat sejak Sabtu (31/10/2026) sore.

"Desa Lebakharjo dilanda banjir karena debit air Sungai Kedung Ondo meningkat sejak kemarin (31 Oktober 2026) sore," ujarnya.

Meski demikian, akses dari Desa Lebakharjo melalui wilayah Sonowangi sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Proses pembersihan sisa material di lokasi masih terus dilakukan.

Di Desa Bantur, Kecamatan Bantur, banjir yang sempat terjadi juga mulai surut. BPBD tetap melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi di wilayah terdampak.

Longsor Terjadi di Sejumlah Desa
Selain banjir, tanah longsor dilaporkan terjadi di beberapa desa yang tersebar di tiga kecamatan. Desa Purwodadi di Kecamatan Tirtoyudo menjadi salah satu wilayah terdampak.

Longsor juga terjadi di Desa Watsuko dan Desa Polaman, Kecamatan Dampit. Sementara di Kecamatan Bantur, material longsor dilaporkan melanda Desa Sumberbening.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Kabupaten Malang telah membagi petugas ke dalam beberapa tim sesuai lokasi kejadian. Tim dengan dukungan alat berat ekskavator difokuskan untuk menangani dan memantau wilayah Ampelgading serta Tirtoyudo.

"Tim ekskavator melakukan penanganan dan monitoring wilayah Ampelgading serta Tirtoyudo," ucapnya.

Pembersihan material longsor dan pemantauan kondisi wilayah terus dilakukan untuk mendukung pemulihan akses serta mengantisipasi dampak lanjutan. BPBD juga melibatkan unsur terkait dan masyarakat setempat dalam proses penanganan di lapangan.

BPBD Kabupaten Malang memastikan rangkaian kejadian banjir dan tanah longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, nilai kerugian akibat bencana masih dalam proses penghitungan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online