Konflik Yaman Memanas, Houthi Klaim 27 Warga Sipil Tewas akibat Serangan Arab Saudi

Newswire
Newswire Minggu, 08 November 2026 08:47 WIB
Konflik Yaman Memanas, Houthi Klaim 27 Warga Sipil Tewas akibat Serangan Arab Saudi

Pasukan Houthi berbaris sambil memegang senjata api. (ANTARA/Anadolu)

Harianjogja.com, DOHA—Sebanyak 27 warga sipil Yaman dilaporkan tewas akibat serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Distrik Bani Hushaysh, sebelah timur ibu kota Sanaa. Sebagian besar korban disebut merupakan perempuan dan anak-anak.

Kementerian Kesehatan yang berada di bawah gerakan Houthi menyatakan puluhan warga lainnya mengalami luka-luka setelah sejumlah bangunan permukiman menjadi sasaran serangan pada Sabtu (7/11/2026).

"Sebanyak 27 warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam pembantaian yang dilakukan pesawat koalisi pimpinan Arab Saudi dengan menyerang sejumlah bangunan permukiman di Distrik Bani Hushaysh, Provinsi Sanaa," demikian pernyataan kementerian tersebut kepada stasiun televisi Al Masirah.

Mengutip ANTARA, Minggu (8/11/2026), Kementerian Kesehatan Houthi juga merilis rekaman video dari sejumlah rumah sakit yang memperlihatkan korban tewas dan terluka akibat serangan tersebut.

Laporan mengenai jatuhnya korban itu muncul di tengah meningkatnya kembali pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.

Serangan Udara dan Balasan Houthi Meningkat

Pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman kembali meningkat pada Juli setelah konflik sempat mereda selama empat tahun.

Pesawat-pesawat Arab Saudi dilaporkan melancarkan serangan udara setiap hari terhadap sejumlah provinsi di Yaman yang dikuasai Houthi. Sebagai balasan, kelompok tersebut melancarkan serangan artileri ke wilayah Arab Saudi.

Pada Sabtu, gerakan Houthi juga mengumumkan telah melancarkan enam operasi militer terhadap sasaran militer Arab Saudi, baik di wilayah kerajaan tersebut maupun di Yaman.

Juru bicara angkatan bersenjata Houthi, Yahya Saree, mengatakan operasi itu menggunakan sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak atau drone.

"Angkatan bersenjata Yaman melaksanakan enam operasi militer khusus dengan menggunakan sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak (drone)," kata Saree melalui Telegram.

Houthi Klaim Sasar Bandara Riyadh dan Fasilitas Aramco

Saree menyebut operasi pertama menyasar Bandara Internasional King Khalid, tangki penyimpanan minyak, serta menara distilasi milik Aramco di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

"Operasi pertama menargetkan Bandara Internasional King Khalid, tangki penyimpanan minyak, serta menara distilasi milik Aramco di Riyadh, ibu kota musuh Saudi," imbuhnya.

Menurut Saree, operasi kedua menargetkan fasilitas Saudi Aramco di Khurais, wilayah timur Arab Saudi. Sementara itu, operasi ketiga diarahkan ke stasiun pompa di kawasan Dawadmi.

Houthi juga mengklaim melancarkan operasi terhadap pasukan Arab Saudi yang berada di sebuah kamp Garda Nasional di Najran.

Dua operasi lainnya disebut berlangsung di wilayah Yaman bagian utara dengan sasaran pasukan pro-Arab Saudi yang dipimpin para perwira militer Saudi.

Hingga berita ini ditulis, Arab Saudi belum mengonfirmasi laporan mengenai serangan Houthi terhadap bandara di Riyadh tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online